Penjelasan Sifat Seorang Muslim Menjual Di Atas Jualan Saudaranya

PENJELASAN SIFAT SEORANG MUSLIM MENJUAL DI ATAS JUALAN SAUDARANYA

🔉Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Suatu hari saya pergi ke pasar mobil
yang dinamakan lelang, lalu saya pun berdiri di sisi mobil ingin membelinya dan bertanya kepada pemiliknya, berapa harga mobil ini? Dia pun menjawab kepadaku contohnya 10.000 Riyal. Maka saya mulai melihat mobil dan mengeceknya. Kemudian datang seseorang dan bertanya kepada pemilik mobil: berapa harga mobil ini? Pemilik mobil menjawab kepadanya seperti jawabannya kepadaku maka orang ini menambahinya dua ratus dan pemilik mobil pun berkata: mobil ini jadi milikmu. Namun orang ini masih bimbang dan mengatakan: saya akan pergi berunding dulu. Maka pemilik mobil pun berkata sedangkan saya masih berada di sisi mobil: Bila Anda menginginkan mobil ini maka bayarlah seharga tawaran orang yang mau membelinya. Lalu saya pun membeli mobil itu darinya. Berdasarkan kejadian ini, apakah hal tersebut termasuk seorang muslim yang menjual di atas jualan saudaranya atau membelinya di atas pembelian saudaranya, bila kondisinya seperti itu,mohon bimbinganmya apa yang mesti kami lakukan sekarang?

Jawaban:
Bismillah Washallallahu Wasallam 'Ala Rasulillah Wa'ala Alihi Waashhabihi Wamnihtada Bihudahu Amma ba'du:

Apabila kenyataaannya seperti yang disebutkan penanya, maka tidak mengapa pada yang demikian itu, karena penjual mobil tidak menjualnya kepada orang yang berkata:" Saya akan berunding i, bahkan orang itu meninggalkannya. Kemudian penjual mengatakan jika Anda mau membelinya seharga tawarannya maka ambillah mobil ini.

Jadi selama pemilik (penjual) tidak setuju menjualnya kepada orang yang menawar 10.200 karena mau berunding dulu dan  belum mengatakan kepada penjual "Ya" serta mau menjualnya kepada orang yang ada tidak mengapa, sehingga orang yang ada membelinya dengan harga 10.200, tidak mengapa karena penjual mobil tidak memastikan menjualnya kepada orang yang kedua bahkan ketika orang kedua berkata kepada penjual saya mau berunding dulu, penjual pun berpaling darinya dengan mengatakan siapa yang mau membelinya seharga sekian dan sekian. Ini artinya dia tidak setuju menunggu orang itu dan hendak menjualnya sesuai keadaan yang Anda wahai penanya sebutkan yakni bila kamu mau membayar seharga tawarannya tidak mengapa. Sehingga hal ini bukan termasuk larangan seorang muslim menjual di atas penjualan saudaranya. Jadi menjual di atas penjualan saudaranya itu bila dia menjual mobil kepadamu dan selesai perkaranya sehingga dia tidak  menambah harga atas Anda, ini artinya selama dia mengatakan barang siapa mau membeli, maka dia berhak membelinya sedangkan dia hingga sekarang tidak menjualnya kepada seorang pun.

Penanya: Mungkin Anda silahkan menyebutkan contoh untuk menjual di atas penjualan saudaranya?

Syaikh: Contoh riilnya Penjual menjual mobil kepadanya dan berkata ini menjadi milikmu dengan saya jual seharga sekian atau kurang atau lebih, maka tidak berhak seorang pun setelahnya menambah atas harganya tidak di majelis atau pun setelahnya. Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang seorang muslim menjual di atas penjualan saudaranya demikian pula tidak boleh membeli di atas pembelian saudaranya.

Jadi selama penjual berkata menjadi milikmu dengan harga sekian maka orang lain tidak berhak membelinya di atas pembeliannya dengan mengatakan kepada penjual saya beli seharga sekian dan sekian dan tidak boleh menjual di atas penjualan saudaranya dengan datang kepada orang yang membeli mobil seharga 10.000 lalu mengatakan kepadanya saya memiliki mobil lebih bagus darinya dengan Anda membayar mobil seharga 9.000 atau 10.000 sehingga pembeli meremehkan mobil tersebut. Maka penjual lain tidak berhak menjual di atas penjualan saudaranya dan membeli di atas pembelian saudaranya.

Membeli di atas pembelian saudaranya yakni seorang datang dengan mengatakan saya akan mengambilnya dengan harga lebih, maka ini tidak boleh.

Sedangkan menjual di atas pembelian saudaranya yakni seorang datang kepada pembeli dengan mengatakan saya akan memberi Anda mobil lebih bagus darinya seharga sekian dan sekian atau semisal kurang darinya.

http://www.binbaz.org.sa/noor/10331

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 15.06.2016

توضيح كيفية بيع المسلم على بيع أخيه
ذهبت يوماً من الأيام إلى سوق السيارات المسمى بالحراج، ووقفت عند سيارةٍ أريد شراءها، وسألت صاحبها بكم هذه؟ فقال لي مثلاً: بعشرة آلاف ريال، فأخذت أنظر في السيارةِ وأتفحصها، ثم جاء رجل وسأل صاحبها بكم هذه؟ فقال له مثلما قال لي: فزاد هذا الرجل مائتين وقال صاحب السيارة هي من نصيبك، فتردد الرجل وقال: سأذهب أشاور، ونحن لا زلنا عند السيارة، فقال صاحبها: إذا كنتم تريدونها بهذا السعر فخذوها بما أراد هذا الرجل شراءها به، فاشتريناها منه، فهل فعلي هذا يعتبر من بيع المسلم على بيع أخيه، أو شرائه على شرائه، إذا كان كذلك، فأرشدونا ماذا نفعل اللآن؟

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه أما بعد: فإذا كان الواقع هو ما ذكره السائل فلا حرج في ذلك؛ لأن صاحب السيارة لم يبعها لذلك الذي قال أشاور بل تركه وقال إن كنتم تريدون شراءها بهذا فخذوها فما دام المالك لم يرض ببيعها على من قال عشرة آلاف ومائتين وسوف أشاور لما قال له نعم وأراد بيعها لمن حضر فلا بأس، من حضر وأخذها بعشرة آلاف ومائتين فلا بأس لأن صاحب السيارة لم يلزم بيعها إلى ذاك بل لما قال له سوف أشاور أعرض عنه وقال من أراد أن يأخذها بكذا وكذا فهذا معناه أنه لم يرض بانتظاره وأراد أن يبيعها في الحال فأنت يا أيها السائل إن كنت أخذتها بما قال فلا بأس، وليس هذا من بيع المسلم على بيع أخيه، فالبيع على بيع أخيه إن باعها عليك وانتهى الأمر فليس له أن يزيد عليك هذا معناه أما مادام يقول من أراد أن يشتري فله الشراء فهو حتى الآن لم يبيعها لأحد. لو تتفضلون بذكر مثال لبيع على بيع أخيه؟ المثال واضح أنه باع السيارة عليه وقال من نصيبك بعتها بكذا أو بأقل أو بأكثر فليس لأحد بعده أن يزيد عليه لا في المجلس ولا بعده، والرسول نهى المسلم أن يبيع على بيع أخيه وهكذا الشراء على شراءه ما يجوز، ما دام قال نصيبك هي لك فليس له أن يشتري على شراءه ويقول له بكذا، وكذا ولا يبيع على بيع أخيه يروح للذي شراها بعشرة آلاف يقول له عندي سيارة أحسن منها بعطيك إياها بتسعة آلاف أو بعشرة آلاف حتى يهون عن هذه فليس له البيع على بيع أخيه ولا الشراء على شراء أخيه، فالشراء على شرائه أن يأتي واحد يقول أنا أخذها بأكثر فهذا لا يجوز والبيع على بيعه كأن يروح للمشتري يقول أعطيك سيارة أحسن منها بكذا وكذا أو مثلها بأقل منها.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim