Mengqadha (Mengganti) Puasa Ramadhan pada Hari Jumat

MENGQADHA (MENGGANTI) PUASA RAMADHAN PADA HARI JUMAT

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor16744

Pertanyaan 1: Seseorang mempunyai tanggungan untuk mengqadha (mengganti) satu hari puasa bulan Ramadan. Kemudian dia mengqadhanya pada tanggal 20 Syawal. Namun, tanggal tersebut bertepatan dengan hari Jumat. Apakah qadha puasanya sah karena banyak orang berkata kepadanya, "Engkau tidak boleh berpuasa pada hari Jumat saja." Apakah dia harus mengulangi qadha puasanya?

Jawaban 1:
Di dalam sunah Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terdapat larangan berpuasa sunah pada hari Jumat saja, kecuali jika seseorang berpuasa pada hari sebelum atau setelahnya atau bertepatan dengan puasa yang biasa dia lakukan. Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda Jangan kalian mengkhususkan malam Jumat dari malam-malam lainnya untuk salat malam dan jangan kalian mengkhususkan hari Jumat dari hari-hari lainnya untuk berpuasa kecuali jika bertepatan dengan hari, saat seseorang sudah terbiasa berpuasa. Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dan Nasa'i.
Dasar lainnya adalah sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Janganlah seseorang berpuasa pada hari Jumat, kecuali dia berpuasa satu hari sebelum atau sesudahnya. Muttafaq 'Alaih. Namun, jika dia berpuasa pada hari Jumat bukan karena hari itu adalah hari Jumat, melainkan karena dia mengqadha puasa yang harus dilakukannya atau karena bertepatan dengan Hari Arafah, maka berpuasa pada hari Jumat, Insyaallah, tidak apa-apa (boleh).

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta'

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Anggota: Bakr Abu Zaid | Abdul Aziz Alu asy-Syaikh | Shalih al-Fawzan | Abdullah bin Ghudayyan

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 02.06.2016

السؤال الأول من الفتوى رقم ( 16744 )
س1: شخص عليه صوم يوم من رمضان، ثم قضاه في تاريخ 20 من شهر شوال، ولكن صادف هذا اليوم يوم الجمعة فهل يجزئ هذا القضاء ؛ لأن كثيرًا من الناس قالوا: لا يجوز أن تصوم يوم الجمعة منفردًا، فهل أعيد القضاء؟
ج1: ثبتت السنة النبوية بالنهي عن إفراد يوم الجمعة بصيام التطوع إلا أن يصام يوم قبله أو يوم بعده، أو يوافق في صوم يصومه المسلم؛ لما ثبت من حديث أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تخصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي، ولا تخصوا يوم الجمعة بصيام من بين الأيام، إلا أن يكون في صوم يصومه أحدكم رواه مسلم والنسائي .
ولقوله صلى الله عليه وسلم: لا يصومن أحدكم يوم الجمعة إلا أن يصوم يومًا قبله أو يومًا بعده متفق على صحته، لكن إذا كان صوم يوم الجمعة لا من أجل أنه يوم الجمعة وإنما صامه لقضاء ما عليه، أو لأنه صادف يوم عرفة – فلا حرج في ذلك إن شاء الله.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو  عضو  عضو  عضو  الرئيس
بكر أبو زيد  عبد العزيز آل الشيخ  صالح الفوزان  عبد الله بن غديان  عبد العزيز بن عبد الله بن باز


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim