Istiftah Untuk Setiap Shalat

----------🔹----------

💬✅ ISTIFTAH UNTUK SETIAP SHALAT ✅💬

📨 Pertanyaan kedua dari fatwa no. 19383

🔹Pertanyaan 2 :
Apakah shalat nafilah seperti shalat tarawih untuk setiap dua rakaat membaca doa istiftah atau cukup doa yang sebelumnya pada awal shalat?

🔹Jawaban 2 :
⚠ Tidak cukup membaca istiftah pada shalat tarawih dirakaat pertama untuk keseluruhan shalat tarawih, bahkan disyariatkan istiftah di awal setiap dua rakaat, seperti shalat fardhu, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca istiftah pada shalat malam yang dia adalah shalat sunnah (nafilah), dan karena pada dasarnya terdapat persamaan shalat nafilah dengan shalat fardhu kecuali apa yang dikhususkan dalilnya, karena keumuman sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

صلوا كما رأيتموني أصلي

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat."

☑ Mengikutkan pada tarawih dan seluruh jenis shalat nafilah (sunnah) seperti rawatib, shalat dhuha, dan yang lainnya, akan tetapi jika imam memulai pada bacaan yang di jahrkan sebelum makmum membaca istiftah, maka sesungguhnya dia diharuskan diam dan meninggalkan istiftah, karena keumuman firman Allah ta'ala :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ،

"Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (Al-A'raf : 204)

📜 Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه؛ فإذا كبر فكبروا) إلى أن قال: وإذا قرأ فأنصتوا

"Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Oleh karena itu, janganlah kalian berbeda/ketinggalan darinya. Apabila ia bertakbir, ikutlah bertakbir". (hingga pada sabda beliau) "dan apabila dia membaca (ayat al-Qur'an) maka diamlah."

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. 

📔📈 Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-'Ilmiyyah wal Ifta

----------🔹----------

السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 19383 )

س 2: هل صلاة النوافل مثل صلاة التراويح لكل ركعتين دعاء استفتاح أم يكفي الدعاء السابق في أول الصلاة؟ 

ج 2: لا يكفي الاستفتاح في صلاة التراويح في الركعة الأولى لجميع التراويح، بل يشرع الاستفتاح في أول كل ركعتن، كالفريضة؛ لأنه صلى الله عليه وسلم كان يستفتح في صلاة الليل وهي نافلة، ولأن الأصل مساواة النافلة بالفريضة إلا ما خصه الدليل؛ لعموم قوله صلى الله عليه وسلم: 

صلوا كما رأيتموني أصلي 

ويلحق بالتراويح جميع أنواع صلاة النافلة؛ كالرواتب وصلاة الضحى وغيرها، لكن إذا شرع الإمام في القراءة الجهرية قبل أن يستفتح المأموم فإنه يلزمه الإنصات ويسقط عنه الاستفتاح؛ لعموم قوله الله تعالى: 

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ،

وقول النبي صلى الله عليه وسلم: 

إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه؛ فإذا كبر فكبروا) إلى أن قال: وإذا قرأ فأنصتوا .

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. 

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

🖥 http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=11949

🔻🔻🔻🔻🔻🔻
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖
Pada 20.06.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim