Hukum Ucapan: Ini Hari Yang Sial Atau Sengsara

HUKUM UCAPAN: INI HARI YANG SIAL ATAU SENGSARA

🔉Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apa hukum ucapan orang yang mengatakan: ini hari yang sial atau hari yang sengsara?

Jawab Syaikh: Apakah engkau membaca al-Qur'an?

Penanya: Ya

Syaikh: Perhatikan apa yang Nabi Luth ucapkan ketika para malaikat bertamu kepada Beliau:

وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ [هود:77]

"Dan Luth berkata: "Ini adalah hari yang  'ashib." (Huud: 77)

'ashib yakni sangat sulit.

Jika pengucap bertujuan dengan ucapan: ini hari yang sial, adalah mencela hari ini, maka ucapannya ini haram, namun jika tujuannya adalah pemberitaan saja, maka tidak apa-apa.

Adapun ucapan hari yang bahagia, maka ucapan ini baik karena termasuk jenis optimis dan optimis seluruhnya baik.

📀Liqa' al-Bab al-Maftuh 223

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 07.06.2016

حكم مقولة: هذا يوم نحس أو تعيس
السؤال: ما حكم قول القائل: هذا يوم نحس، أو يوم تعيس؟الجواب: أتقرأ القرآن؟ السائل: نعم. الشيخ: انظر ماذا قال لوط حين نزلت به الملائكة قال: وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ [هود:77] أي: شديد، فإن كان قصد القائل لما قال: هذا يوم نحس سب اليوم هذا فهذا حرام، وإن كان قصده الإخبار فقط فهذا لا بأس به، أما يوم سعيد فهذا طيب، من باب التفاؤل والتفاؤل كله خير.


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim