Hukum Menggunakan Pasta Gigi Bagi Orang yang Berpuasa

HUKUM MENGGUNAKAN PASTA GIGI BAGI ORANG YANG BERPUASA

🔉Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Bolehkah orang yang berpuasa menggunakan pasta gigi ketika dia puasa di siang hari Ramadhan?

Jawaban:
Tidak apa-apa pada yang demikian itu disertai penjagaan dari menelan sesuatu darinya. Sebagaimana dianjurkan menggunakan siwak bagi orang yang puasa di awal siang dan akhirnya. Sebagian ulama berpendapat makruhnya bersiwak setelah zawal (matahari bergeser ke arah barat) namun ini pendapat yang lemah dan yang benar adalah tidak makruh berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak itu membersihkan mulut dan menyebabkan (didapatkannya) keridhaan Ar-Rabb (Allah)." (HR. An-Nasa'i dengan sanad yang shahih dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha)

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya telah aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.” (Muttafaqun 'Alaih)

Ini meliputi shalat Zhuhur dan Ashar yang keduanya setelah zawal. Wallahu Waliyyuttaufiq.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=138430

🔉Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apa hukum menggunakan pasta gigi bagi orang yang berpuasa pada siang hari Ramadhan?

Jawaban:
Menggunakan pasta gigi bagi orang yang betpuasa tidak mengapa bila tidak sampai turun ke perut, namun yang utama tidak menggunakannya karena pasta gigi memiliki efek yang kuat yang bisa berpengaruh sampai ke perut tanpa seseorang  menyadarinya. Oleh karena itu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada Laqith bin Shabrah Radhiyallahu 'Anhu:

وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمً

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.”

Sehingga yang utama orang yang berpuasa tidak menggunakan pasta gigi dan perkara ini memiliki kelonggaran. Namun bila dia mengakhirkan hingga berbuka, maka dia telah menjaga perkara yang dikhawatirkan menjadi perusak puasa.

Beliau berkata pula:
Tidak mengapa seorang yang puasa membersihkan giginya dengan sikat dan pasta gigi, namun mengingat kuatnya pengaruh pasta gigi, semestinya seseorang tidak menggunakannya dalam kondisi puasa karena pasta gigi bisa turun ke kerongkongan dan perut tanpa disadari seseorang, sedangkan disini tidak ada kondisi darurat yang menjadi alasan menggunakannya, sehingga hendaknya dia tidak memakainya hingga berbuka dan  melakukannya pada malam hari, tidak di siang hari. Hanya saja pada dasarnya boleh dan tidak mengapa menggunakannya.

📚Majmu' Fatawa wa Rasail 19/263

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=93880

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 10.06.2016

⬅فتوي شيخ ابن باز

س: هل يجوز للصائم أن يستعمل معجون الأسنان وهو صائم في نهار رمضان؟()
ج: لا حرج في ذلك مع التحفظ عن ابتلاع شيء منه، كما يشرع استعمال السواك للصائم في أول النهار وآخره، وذهب بعض أهل العلم إلى كراهة السواك بعد الزوال، وهو قول مرجوح، والصواب عدم الكراهة؛ لعموم قول النبي صلى الله عليه وسلم: ((السواك مطهرة للفم مرضاة للرب))() أخرجه النسائي بإسناد صحيح عن عائشة رضي الله عنها، ولقوله صلى الله عليه وسلم: ((لولا أن اشق على أمتي
لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة))() متفق عليه. وهذا يشمل صلاة الظهر والعصر وهما بعد الزوال. والله ولي التوفيق.

⬅فتوي شيخ العثيمين

استعمال معجون الأسنان

سئل فضيلة الشيخ محمد بن صال العثيمين - رحمه الله تعالى -:
ما حكم استعمال معجون الأسنان للصائم في نهار رمضان؟
فأجاب فضيلته بقوله:
استعمال المعجون للصائم لا بأس به إذا لم ينزل إلى معدته، ولكن الأولى عدم استعماله، لأن له نفوذاً قويًّا قد ينفذ إلى المعدة والإنسان لا يشعر به، ولهذا قال النبي صلى الله عليه وسلم للقيط بن صبرة: «بالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً» فالأولى ألا يستعمل الصائم المعجون، والأمر واسع، فإذا أخره حتى أفطر فيكون قد توقى ما يُخشى أن يكون به فساد الصوم.
وقال أيضا:
لا بأس أن ينظف الصائم أسنانه بالفرشاة والمعجون، لكن نظراً لقوة نفوذ المعجون ينبغي أن لا يستعمله الإنسان في حال الصيام، لأنه ينزل إلى الحلق والمعدة من غير أن يشعر به الإنسان، وليس هناك ضرورة تدعو إليه، فليمسك حتى يفطر، ويكون عمله هذا في الليل لا في النهار، لكنه في الأصل جائز، ولا بأس به.

[[مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين ج 19 ص 263]]

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim