Bolehkah Masa I’tikaf Diisi dengan Kajian Ilmu, Membaca, dan Menulis Ilmu Syar’i?

🌹🌏   I’TIKAF   🌏🌹
================

▶️ Bolehkah Masa I’tikaf Diisi dengan Kajian Ilmu, Membaca, dan Menulis Ilmu Syar’i?

✅ Ya, boleh. Al-Imam anNawawi rahimahullah menyatakan: asy-Syafi’i dan para Sahabatnya berkata: yang lebih utama bagi orang yang I’tikaf menyibukkan diri dengan ketaatan seperti sholat, tasbih, dzikir, membaca atau menyibukkan dengan ilmu, baik belajar atau mengajar, menelaah, menulis (ilmu), dan semisalnya. Tidak dibenci sama sekali. Tidak juga dikatakan bahwa hal itu menyelisihi sesuatu yang lebih utama. Ini adalah madzhab kami dan pendapat dari sekelompok (Ulama) di antaranya Atha’, al-Auzai, dan Said bin Abdil Aziz (al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab karya anNawawi (6/528)).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📗 Dikutip dari Buku "RAMADHAN BERTABUR BERKAH" (Fiqh Puasa dan Panduan Menjalani Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi).

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 23.06.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim