Berapa Lama dan Dimana Tempat I'tikaf

🌹🌏   I’TIKAF   🌏🌹
================

▶️ Berapa Lama Minimal Masa I’tikaf?

📝 Tidak ada ketentuan khusus berapa lama minimal masa i’tikaf. Umar bin al-Khottob pernah bernadzar di masa Jahiliyyah untuk melakukan i’tikaf semalam di Masjidil Haram. Nabi pun menyuruh Umar untuk menunaikan nadzarnya tersebut (H.R alBukhari no 1902). Itu menunjukkan bahwa boleh untuk melakukan i’tikaf semalam saja.

📐 Apakah boleh jika masa i’tikaf kurang dari itu? Terdapat ucapan sebagian Sahabat Nabi yang menunjukkan bahwa i’tikaf bisa dilakukan dalam beberapa saat saja.
Sahabat Nabi Ya’la bin Umayyah menyatakan:

إِنِّي لَأَمْكُثُ فِي الْمَسْجِدِ السَّاعَةَ ، وَمَا أَمْكُثُ إِلَّا لِاَعْتَكِفَ

🍃 Sungguh saya akan berdiam di masjid (beberapa) saat, dan tidaklah aku berdiam kecuali untuk i’tikaf (riwayat Abdurrozzaq)

🔎 Namun sebaiknya i’tikaf minimal dilakukan sehari (dari Subuh sampai Maghrib) atau semalam (dari Maghrib sampai Subuh).

⏩ Apakah dalam I’tikaf Harus Berpuasa?

💡 Tidak dipersyaratkan harus berpuasa ketika I’tikaf. Dalilnya adalah:

1.  Nabi menyuruh Umar untuk menunaikan nadzarnya puasa semalam di Masjidil Haram (H.R alBukhari no 1902). Sedangkan waktu malam bukanlah waktu untuk berpuasa.

2.  Nabi pernah I’tikaf di bulan Syawwal (H.R alBukhari 1802). Sedangkan Syawwal tidaklah harus berpuasa.

➡️ Di Manakah Tempat I’tikaf?

🕌 I’tikaf harus dilakukan di masjid yang ditegakkan sholat berjamaah (Fataawa al-Lajnah ad-Daimah (10/410)).

💥 Tidaklah disebut I’tikaf yang syar’i jika dilakukan di selain masjid, misalkan di musholla rumah, musholla sekolah/ kantor dan sebagainya.

💎 I’tikaf juga tidak khusus untuk 3 masjid saja (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha). Namun, tentu saja i’tikaf di ketiga masjid itu lebih utama dibandingkan I’tikaf di masjid lain (Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📗 Dikutip dari Buku "RAMADHAN BERTABUR BERKAH" (Fiqh Puasa dan Panduan Menjalani Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi).

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 23.06.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim