Apakah Termasuk Sunnah Berbuka Puasa Dengan Kurma dalam Hitungan Ganjil?

APAKAH TERMASUK SUNNAH BERBUKA PUASA DENGAN KURMA DALAM HITUNGAN GANJIL

🔉Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Saya mendengar bahwa orang yang puasa ketika berbuka wajib berbuka dengan kurma dalam hitungan ganjil : lima atau tujuh dan seterusnya. Apakah yang demikian ini wajib?

Jawaban:
Tidak wajib, bahkan bukan sunnah, seseorang berbuka dengan kurma dalam hitungan ganjil: tiga, lima, tujuh, atau sembilan kecuali di hari 'Idul Fitri, karena
telah shahih dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

"Bahwasannya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dahulu tidak berangkat shalat hingga Beliau makan beberapa kurma dan memakannya dengan hitungan ganjil."

Sehingga selain hari 'Idul Fitri maka Nabi.Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak
menyengaja untuk makan kurma dengan hitungan ganjil.

📀Nurun 'Ala ad-Darb kaset 354

http://www.sahab.net/forums/?showtopic=1

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 05.06.2016

سئل الشيخ ابن عثيمين-رحمه الله- في برنامج نور على الدرب الشريط 354:
السائل :

سمعت أن الصائم عند إفطاره يجب أن يفطر على عدد فردي من التمر أي خمس أو سبع تمرات وهكذا فهل هذا واجب؟

فأجاب
"ليس بواجب بل ولا سنة أن يفطر الإنسان على وتر ثلاث أو خمس أو سبع أو تسع إلا يوم العيد عيد الفطر فقد ثبت (أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كان لا يغدو للصلاة يوم عيد الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وتراً) وما سوى ذلك فإن النبي صلى الله عليه وسلم لم يكن يتقصد أن يكون أكله التمر وتر


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim