Apakah Termasuk Mengabaikan Hak Anak Ketika Orangtua Tidak Sempat Menanyakan Tentang Prestasi Atau Siapa Teman-temannya

⛳⛳⛳

🖍📗📩 PENDIDIKAN ANAK MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB YANG SANGAT BESAR

📜 Asy-Syaikh Utsaimin  رحمه الله تعالى

🔅🔅🔅

🔸Pertanyaan :
Fadhilatusy Syaikh, engkau mengetahui bahwa sebagian orang tua atau ayah tersibukkan dengan pekerjaannya dan terkadang tidak sempat menanyakan tentang prestasi atau kemampuan belajar anak-anaknya atau dengan siapa dia berteman, apakah ini termasuk mengabaikan hak-hak mereka ?

🔸Jawaban :
📝 Dia berkata bahwa dia tersibukkan dengan pekerjaannya, maka kita katakan : pekerjaan yang paling besar baginya adalah anak-anaknya dan tanggung jawab terhadap mereka lebih besar daripada tanggung jawab terhadap perdagangannya atau pekerjaannya tersebut. Lalu kita tanyakan, apa yang ( sebenarnya ) dia inginkan dari perdagangannya tersebut ? Sesungguhnya tidak lain yang dia ingingkan darinya melainkan untuk menafkahi dirinya dan keluarganya, dan ini adalah makanan untuk badan. Dan yang lebih penting daripada itu adalah makanan hati, makanan jiwa, menanamkan keimanan dan amalan sholeh didalam dada anak-anak. Kemudian perlu diketahui bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda ( yang artinya )

"Jika manusia meninggal terputuslah amalannya kecuali tiga : shodaqoh jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya".

💡🌅 Dan anak yang sholeh bermanfaat bagi kedua orang tuanya baik di masa hidupnya maupun di masa matinya, ini lebih diutamakan dari sekedar memperhatikan harta. Harta jika pemiliknya orang yang kaya, maka dia bisa mempekerjakan orang untuk berdagang, dan jika ternyata tidak demikian maka perlu diketahui bahwa sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah berfirman  :

"Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan akan memberikan rizki dari arah yang tidak di sangka-sangka."
[ Ath-Thalaq : 2-3 ]

📚 [ Silsilah Liqo' Syahri >> Liqo' Syahri 58 ]

⛳⛳⛳

تربية الأبناء من أعظم المسئوليات

الشيخ عثيمين رحمه الله تعالى

[ السؤال ]
فضيلة الشيخ، تعلم يا فضيلة الشيخ أن بعض الآباء ينشغل في أعماله، وقد لا يتمكن من سؤال أبنائه عن مستواهم الدراسي أو من يصحبون، فهل هذا تضييع لحقوقهم؟

الجواب:
قوله إنه ينشغل بأعماله نقول: من أكبر أعماله أبناؤه وبناته، ومسئوليتهم أعظم من مسئولية تجارته، ولنسأل ماذا يريد من تجارته؟ إنه لا يريد منها إلا أن ينفق على نفسه وأهله.. وهذا غذاء البدن، وأهم منه غذاء القلب، غذاء الروح، زرع الإيمان والعمل الصالح في نفوس الأبناء والبنات. ثم ليعلم أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال:« إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له». فالولد الصالح ينفع أباه وأمه في الحياة والممات، فهو أولى من مراعاة المال، فالمال إن كان صاحبه ذا غنى كثير أمكنه أن يجعل فيه عاملين يعملون بالتجارة، وإن كان دون ذلك فإن الله يقول:﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ﴾ [الطلاق:2-3].

📚 سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري  [58]

🔻🔻🔻🔻🔻🔻
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖
Pada 11.06.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim