Tafsir Surat Al Fiil

Pelajaran Penting Untuk Umat (8)

Tafsir surat Al Fiil
تفسير سورة الفيل

              ـــ﷽ـــ

{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (١) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (٢) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (٣) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (٤) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (٥) } .

Surat ini termasuk surat Makiyah
Yaitu surat yang turun sebelum hijrahnya Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

Allah berikan kenikmatan kepada suku Quraisy dengan nikmat yang besar yaitu nikmat berupa Allah mencegah pasukan gajah untuk menghancurkan ka’bah dan Allah menjaga mereka dari kejelekan dengan tentara yang ada disisi Allah تعالى

Singkat cerita sebagaimana yang dikisahkan oleh ahli sejarah bahwa dahulu raja Abrahah Al Asyram raja Yaman dia membangun sebuah kastil yang sangat besar yang dinamai dengan AlQolis, dan diperindah serta dihiasi dengan hiasan-hiasan.
Dia membuat kastil ini dengan maksud agar orang-orang Arab mereka pindah berhaji di kastil yang dia bangun.

Mendengar berita tersebut, sebagian suku Quraisy mendatangi kastil tersebut, setibanya mereka disana mereka mengotori kastil dengan kotoran mereka (tinja) dan sebagian yang lain menyalakan api didalamnya.

Mendengar kejadian tersebut marahlah sang raja dan dia bertekad kuat akan memerangi Mekah dan menghancurkan Ka’bah.

Berangkatlah raja dengan membawa pasukan yang sangat besar yang mana suku Arab tidak akan mampu untuk melawan mereka.

Maka tatkala mereka sampai di kota Mekah, Allah menahan pasukan gajah dari Baitullah, dikarenakan pasukan tadi hendak menghancurkan Ka’bah dengan gajah-gajah tersebut dengan cara mengikatkan tali ke Ka’bah kemudian ditarik menggunakan gajah tersebut.

Namun Allah tidak membiarkan mereka melakukannya. Setiap kali mereka menggerakkan gajah kearah Ka’bah, gajah itu menderum tidak mau bergerak, tetapi ketika diarahkan ketempat lain, gajah tersebut pun berdiri kemudian berjalan dengan cepat.

Tatkala mereka kebingungan dengan kondisi seperti itu, Allah mengutus pasukan burung kepada mereka, burung-burung tersebut datang dari arah laut, setiap burung membawa tiga buah batu, batu yang satu dibawa dengan paruhnya dan dua batu yang lain berada pada kedua kaki burung.
Ketika burung-burung tersebut sudah berada tepat diatas kepala-kepala pasukan gajah, dilemparlah batu-batu tersebut, tidaklah batu tersebut menghujam pada salah satu dari pasukan, melainkan dia akan binasa.

Kisah atau kejadian yang sangat besar dan menakjubkan adalah sebagai pengantar, dan pendahuluan dari diutusnya Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wasallam- di negeri Al-Haram (Mekah)

Ketika itulah yaitu ketika pasukan gajah datang, Rasulullah Muhammad bin Abdullah -shalallahu alaihi wasallam- lahir ke dunia ini. Oleh karenanya tahun itu disebut dengan tahun gajah

Firman Allah
{ألم تر كيف فعل ربك بأصحاب الفيل}
“tidakkah kamu melihat apa yang Allah lakukan terhadap pasukan gajah itu?”
Maksud pertanyaan adalah: Tidakkah kamu mengetahui?
Dikarenakan kejadian tersebut terjadi sebelum Nabi dilahirkan, namun Rasulullah mengetahui kejadian tersebut dikarenakan sangat masyhurnya kejadian itu sehingga seolah-olah ikut menyaksikan apa yang terjadi pada waktu itu.

Dan maksud dari pertanyaan pada ayat ini adalah sebagai peringatan dan juga menunjukkan akan besarnya peristiwa tersebut, dikarenakan hal itu merupakan nikmat yang besar atas orang-orang Quraisy yang mengharuskan mereka untuk bersyukur kepada Allah dan menyembah kepada-Nya semata, Dialah Allah yang telah menyelamatkan Rumah mereka serta mengangkat urusan mereka dan bukan sesembahan yang mereka sangka sebagai penolong untuk diri mereka.

Firman Allah
{ألم يجعل كيدهم في تضليل}
Allah jadikan usaha dan upaya mereka untuk menghancurkan Ka’bah dan merusak serta penduduk yang ada di sekitar Ka’bah menjadi gagal total.
Ketika mereka mendapatkan upaya untuk melaksanakan makar mereka justru makar tersebut kembali kepada diri-diri mereka sendiri, mereka rugi dan binasa.

Firman Allah
{وأرسل عليهم طيرا أبابيل}
“Dan Allah kirimkan atas mereka burung yang bergerombol,”
Burung-burung yang datang kepada mereka secara berkelompok dalam jumlah yang banyak. Dikatakan karena sangat banyaknya jumlah burung saat itu, belum pernah terlihat sebelumnya dan tidak terlihat lagi seperti hari itu pada hari yang akan datang, Allah تعالى berfirman
{وما يعلم جنود ربك إلا هو}
“Dan tidak ada yang mengetahui jumlah pasukan Rabbmu melainkan hanya Dia saja yang mengetahuinya,”

Firman Allah
{ترميهم بحجارة من سجيل}
“Burung-burung tadi melempari mereka dengan bebatuan dari sijjil,”
Yaitu dari tanah yang membatu

Firman Allah
{فجعلهم كعصف مأكول}
“Allah jadikan mereka seperti daun yang dimakan,”
Bak tanaman yang dimakan oleh ulat kemudian membuang kotorannya pada pohon tersebut lalu mengering kemudian berguguran satu persatu bagian pohonnya.

Allah serupakan keadaan setelah mereka binasa, bahwasanya anggota badan mereka terpotong-potong, terlepas satu persatu -kita berlindung kepada Allah-

Ya Allah tolonglah agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu, serta para wali-Mu, porak-porandakanlah orang-orang kafir, Musyrik, atheis, mereka yang memerangi agama-Mu, sunnah Nabi-Mu serta para wali-Mu

✍ Dr. Ali bin Yahya Al-hadady -حفظه الله-

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
———————————————-
  *Jendela Sunnah* 
———————————————-

Abu Zain Abdullah Iding

Sumber http://jendelasunnah.com/blog/2016/05/09/pelajaran-penting-untuk-umat-8/
Pada 09.05.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim