Seorang Mukmin Meninggal Dengan Keringat di Dahi

SEORANG MUKMIN MENINGGAL DENGAN KERINGAT DI DAHI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

وَعَنْ بُرَيْدَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْمُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ ) رَوَاهُ اَلثَّلَاثَةُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

🍃 Dari Buraidah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang beriman itu mati dengan keringat di dahi."

💍 Riwayat Imam yang Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. «dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahaby dan Syaikh al-Albany»

☀️ PENJELASAN:

🔖 Orang yang beriman akan meninggal dalam keadaan dahinya berkeringat.

✅ Makna hadits ini ditafsirkan oleh para Ulama’ dengan beberapa penafsiran:

1⃣. Seorang mukmin kehidupannya dipenuhi kerja keras dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan, sehingga ia meninggal dalam keadaan ‘berkeringat’ (asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin (4/9)).

2⃣. Pada saat meninggal dunia dan mendapatkan kabar gembira tentang balasan kebaikan yang akan diterimanya, seorang mukmin merasa malu kepada Allah karena merasa tidak pantas dengan keadaannya. Karena itu ia berkeringat. (atTaysiir bi syarhi Jaami’is Shoghiir karya al-Munawi (2/874)).

3⃣. Seorang mukmin berjuang menghadapi masa-masa sakaratul maut dengan penderitaan, sehingga menyebabkan ia berkeringat. Penderitaan yang dialaminya menjelang kematian itu adalah sarana penghapus dosa-dosa yang tersisa, sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih.
💐 Sebagaimana dijelaskan oleh Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu 'anhu :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ تَبْقَى خَطَايَا مِنْ خَطَايَاهُ يُجَازَى بِهَا عِنْدَ الْمَوْتِ فَيَعْرَقُ مِنْ ذَلِكَ جَبِينُهُ

🍃 Sesungguhnya seorang mukmin yang tersisa dosa-dosanya dibalas ketika menjelang meninggal dunia, sehingga dengannya dahinya berkeringat (riwayat Musaddad dengan sanad yang shahih (Ithaaful Khiyaroh al-Maharoh karya al-Bushiri (2/431)).

4⃣. Salah satu tanda akhir kehidupan yang baik (husnul khotimah) adalah keringat di dahi. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Sirin (Syarhus Sunnah karya al-Baghowy (5/298).

~~~~~~~~~~~~~~~~

📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 04.05.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim