Sempurna Bukan Syarat Beramar Makruf & Nahi Munkar

Sempurna Bukan Syarat Bagi Beramar Makruf & Nahi Munkar

☝🏼قال سعيد بن جبير -رحمه الله-: "لو كان الـمرء لا يأمر بالـمعروف ولا ينهى عن الـمنكر حتى لا يكون فيه شيء ما أمر أحد بمعروف ولا نهى عن منكر."

💎 قال الإمام مالك -رحمه الله-: "ومن هذا الذي ليس فيه شيء."

🗞 (الجامع لـمسائل الـمدونة ١١٦/٢٤، الذخيرة للقر افي ٢٠٤/١٣)

☝🏼Said bin Juber berkata, "Seandainya seseorang tidak boleh beramar makruf dan bernahi munkar sampai dia bersih dan sempurna (tidak ada kemakrufan yang dia tinggalkan dan tidak ada kemungkaran yang dia langgar -pent.), nescaya tidak akan ada satupun yang beramar makruf dan bernahi munkar."

💎 Imam Malik berkata, "Dan siapa orangnya yang bersih dan sempurna seperti itu?!"

🗞 (Al Jami li Masail Mudawanah 2/116, Adzakiroh lil Khorrofi 13/204)

✍🏽 Al-Ustadz Usamah Mahri menjelaskan, _"Makna atsar diatas bahawa kewajiban amar makruf dan nahi munkar tidaklah gugur walaupun seseorang masih ada kekurangannya masih ada kemakrufan (kebaikkan) yang belum dia lakukan atau masih ada kemunkaran yang dia perbuat. Kerana manusia tidak ada yang sempurna, tetapi masing-masing mengingatkan dirinya dan saudaranya. Wallahu a'lam."_

📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
Sumber https://telegram.me/salafymakassar
Pada 07.05.2016


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim