Penjelasan Makna Hadits: Jumat Ke Jumat Berikutnya Sebagai Kafarat (Menebus Dosa) Diantara Keduanya

🔰 Silsilah Fatawa Jumat 🔰
——————————————————
🔘 *PENJELASAN MAKNA HADITS: _"JUMAT KE JUMAT BERIKUTNYA SEBAGAI KAFARAT (MENEBUS DOSA) DIANTARA ITU SEMUA"._*
——————————————————
🎓 As-Syaikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:

📝 *Pertanyaan:*
【 Fadhilatus syaikh, aku mengharapkan arahan nasehat bagi orang yang memahami sabda rasulullah ﷺ :

«الجمعة إلى الجمعة كفارة»

_"jumat ke jumat berikutnya sebagai kafarat"_.

Sehingga dia tinggalkan shalat berjamaah, dan terkadang dia tinggalkan sebagian shalat atau meremehkan shalat berjamaah dengan harapan bahwa shalatnya pada jumat kedua akan menghapus kesalahannya, dan terkhusus lagi sebagian saudara kita para duta, kami mengharapkan faedah dari Anda semoga Allah memberikan kemanfaatan dengan keberadaan Anda. 】

✍ *Jawaban:*
《 Faedahnya ialah bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«الجمعة إلى الجمعة كفارة لما بينهن إذا اجتنبت الكبائر»

_"jumat ke jumat berikutnya sebagai kafarat (penebus dosa) diantara itu semua selama dosa-dosa besar ditinggalkan"_.

_*Meninggalkan shalat adalah dosa besar, bahkan kekafiran menurut sebagian ulama*_, sebagian ulama mengatakan:
"seseorang apabila meninggalkan shalat satu saja hingga keluar waktunya tanpa udzur (alasan yang dibenarkan)  maka dia dikafirkan,"

☞ Yang berpendapat demikian adalah ulama terdahulu dan ulama kontemporer: "sesungguhnya meninggalkan shalat satu saja hingga keluar waktunya tanpa udzur maka dia kafir."

☝️ Maka kita katakan kepada orang ini: sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda:

_"kafarat diantara itu semua selama dosa-dosa besar ditinggalkan"_

☞ Dan jika engkau ingin memahami pemahaman ini maka aku akan tambahkan bagimu, Nabi ﷺ bersabda:

« العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما »

_"umrah kepada umrah berikutnya sebagai kafarat bagi dosa-dosa yang ada diantara itu semua"_

🔸 jika demikian maka tidak perlu engkau puasa, shalat, dan engkau (cukup) ber-umrah setelah ber-umrah (sebelumnya) dan ketika itu umrah-mu menjadi kafarat, yang demikian tidak diragukan lagi bahwa itu terjadi bila dia jahil maka dia jahil dan wajib untuk diberitahu, dan jika dia orang alim berarti dia menentang tidak diragukan lagi, dan tidak ada dari ulama yang memahami bahwa makna hadits tersebut ialah bahwa jumat adalah kafarat dan bahwasanya jumat-nya itu akan menggugurkan dari seseorang wajibnya shalat berjamaah atau wajibnya shalat juga. 》

         •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

📚 Silsilah Al-Liqa As-Syahri > Al-Liqa As-Syahri [46].

🔉 Audio dapat didengar:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_046_11.mp3
——————————————————
🔴 بيان معنى حديث : ( الجمعة إلى الجمعة كفارة لما بينهن..)

▪️ للشيخ ابن عثيمين رحمه الله

📌 السؤال :

فضيلة الشيخ، أرجو توجيه النصيحة لمن فهم من قول النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم: «الجمعة إلى الجمعة كفارة». فصار يترك الجماعة، ولربما يترك بعض الصلوات أو يتهاون بها طمعاً بأن صلاته للجمعة الثانية تكفر ذلك، وخصوصاً بعض إخواننا الوافدين، نرجو إفادتكم نفع الله بكم.

الجواب:

الإفادة هو أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: «الجمعة إلى الجمعة كفارة لما بينهن إذا اجتنبت الكبائر». وترك الصلاة كبيرة، بل كفر عند بعض العلماء، بعض العلماء يقول: الإنسان إذا ترك صلاة واحدة حتى خرج وقتها بلا عذر فإنه يكفر، قال بذلك علماء قديمون وقال بذلك علماء معاصرون: إن ترك صلاة واحدة حتى خرج وقتها بدون عذر كفر. فنقول لهذا الرجل: إن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: «كفارة لما بينهما ما اجتنبت الكبائر» وإن كنت تريد أن تفهم هذا الفهم فإني أزيدك، قال النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم: «العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما» إذاً لا تصم ولا تصل واعتمر عمرة بعد عمرة وحينئذ تكون كفارة، هذا لا شك أنه إن كان جاهلاً فهو جاهل ويجب أن يعرف، وإن كان عالماً فهو معاند بلا شك، ولا أحد من العلماء يفهم أن معنى الحديث: أن الجمعة كفارة وأنها تسقط عن الإنسان وجوب الجماعة أو وجوب الصلاة أيضاً.

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [46]

🔃 رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_046_11.mp3
---------------------
Broadcast by
Ahlus Sunnah Karawang;
📜 Channel MutiaraASK,
http://bit.ly/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
Pada 06.05.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim