Jika mengambil anak, apa saja kewajiban yang harus ditunaikan

Tanya:
Jika seseorang mengambil anak, memelihara anak yatim semenjak  bayi, apa saja kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Muhammad As Sewed hafizhahullah

Kalau mengambil anak angkat, anak yatim dan sebagainya semenjak bayi, ya perlakukan sebagaimana anak sendiri, dididik. Tetapi ketika dia sudah dewasa, harus diberi tahu siapa orang tuanya. Sebab, berkait dengan nasab, akan berkait dengan sekian banyak perkara. Berkait dengan pernikahan, berkait dengan waris, berkaitan dengan (yang lain, -red). Sehingga kalau tidak tahu dia nasabnya siapa, jangan-jangan nanti nikah sama familynya sendiri. Atau mewarisi bapaknya, padahal itu bapak angkat, seharusnya tidak mewarisi. Sehingga harus jelas ketika sudah beranjak dewasa, dengan hikmah, dengan baik. Jangan sampai kemudian terjadi sesuatu yang salah paham.

Beberapa anak angkat, ketika diberi tahu, marah.

"Oh berarti bukan anak abi ya" atau segala macam.

Kemudian jadi musuh sama orang tua angkatnya. Padahal seharusnya orang tua angkat itu kan paling banyak berjasa. Dari kecil dipelihara. Sehingga harus dia berbakti pada bapak angkatnya bahkan. Tentunya dengan cara yang syar'i. Kalau memang laki-laki kepada ibunya bukan mahram, didoakannya. Kalau perempuan kepada bapaknya, bukan mahram, tetap harus dijaga. Tetapi tetap harus dia berbakti, sebagai terima kasih dia kepada pemeliharaan orang tuanya.

Download Audio disini

www.thalabilmusyari.web.id

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim