Hukum Berdoa Sesudah Shalat Wajib Atau Sunnah

HUKUM BERDOA SESUDAH SHALAT WAJIB ATAU SUNNAH

🌾Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Anda menyebutkan terkait dengan keutamaan doa atau mengangkat kedua tangan ketika berdoa, bahwa dahulu keadaan salaf,para sahabat dan ulama berdoa sebelum salam. Lalu masalah mengangkat kedua tangan sesudah shalat, apakah demikian juga dilakukan dalam shalat wajib atau sunah? Apa yang utama bagi seseorang mengangkat kedua tangannya atau tidak?

Jawaban:
Barakallahu fiik. Pada dasarnya jangan Anda bertanya tentang mengangkat kedua tangan sesudah shalat, namun tanyalah tentang doa sesudah shalat, disyariatkan ataukah tidak?
Kami katakan: Hal itu tidak disyariatkan, karena Allah ta'ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ [النساء:103]

"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, berdzikirlah (ingatlah) Allah." (An-Nisa': 103).

Allah tidak berfirman: berdoalah, sehingga tidak ada tempat untuk berdoa setelah shalat, tempat doa itu sebelum shalat karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengetahui para sahabat bertasyahhud, maka Beliau pun bersabda: kemudian hendaknya berdoa dengan apa yang dia kehendaki.
Beliau menjadikan doa sebelum shalat dan mewasiatkan kepada Muadz Radhiyallahu 'anhu untuk mengucapkan setelah tasyahhud akhir sebelum salam:

Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik (Ya Allah tolonglah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik).

Ini doa. Kemudian, sesungguhnya maksud yang dikehendaki dari hal ini yakni seseorang itu selama shalat, dia sedang bermunajat (berbisik-bisik) kepada Allah ta'ala dan ketika selesai shalat berakhirlah munajatnya. Maka apa yang lebih utama Anda berdoa dalam kondisi Anda bermunajat kepada Allah atau setelah selesai bermunajat? Yang pertama lebih utama. Dan tidak ada bedanya antara shalat wajib dan sunah.

Penanya: Bagaimana dengan hadits bahwa doa itu tidak tertolak antara adzan dan iqomah?

Syaikh: Ya. Benar, Anda hendak berdoa setelah shalat sunah yang ada sebelum iqamah bukan karena doa itu setelah shalat sunnah namun karena itu tempat dikabulkannya doa. Yang seperti ini tidak mengapa. Angkatlah tanganmu hingga iqamah shalat.

Penanya: Meskipun seseorang itu berdoa sebelum salam kemudian melanjutkan berdoa dengan lama?

Syaikh: Tidak mengapa, yang demikian itu masuk dalam hadits.

📚Fatawa Ibnu 'Utsaimin (15/216)

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=122252

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

حكم الدعاء بعد الصلاة للشيخ العثيمين رحمه الله
السؤال: ذكرت بالنسبة لقضية الدعاء أو رفع اليدين عند الدعاء أن حال السلف والصحابة وأهل العلم في ذلك أنهم كانوا يدعون قبل السلام، فقضية رفع اليدين بعد الصلاة هل هذا في الفريضة والنافلة كذلك، هل الأفضل أن للإنسان أن يرفع يديه أم لا؟
الجواب: بارك الله فيك، أصلاً لا تسأل عن رفع اليدين بعد الصلاة، اسأل عن الدعاء بعد الصلاة هل هو مشروع أم لا؟ نقول: هو غير مشروع؛ لأن الله قال: فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ [النساء:103] ما قال: فادعوا، فلا محل للدعاء بعد الصلاة، محل الدعاء قبل السلام؛ لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كان يعلم أصحابه التشهد ويقول: ثم يدعو بما يشاء، فجعل الدعاء قبل السلام، وأوصى معاذاً رضي الله عنه أن يقول بعد التشهد الأخير قبل السلام: (اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك) وهذا دعاء، ثم إن المعنى يقتضي هذا، الإنسان ما دام يصلي فهو يناجي الله، وإذا انصرف من الصلاة انتهت المناجاة، فهل الأولى أن تدعو وأنت تناجي الله، أو بعد أن تنصرف من المناجاة؟ الأول أولى، ولا فرق بين الفريضة والنافلة. السائل: حديث الدعاء بين الأذان والإقامة لا يرد؟ الشيخ: نعم. صحيح، تريد أن تدعو بعد السنة التي قبل الإقامة لا لأنه بعد السنة ولكن لأنه محل إجابة، هذا لا بأس به، وارفع يدك إلى أن يقيم الصلاة. السائل: ولو دعا الإنسان قبل السلام ثم استمر يدعو طويلاً؟ الشيخ: لا بأس يدخل في الحديث.
فتاوى ابن عثيمين (216/15)

┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»̶̥✽̶┉┉┄┄
Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pada link berikut ini
📮 http://bit.ly/penuhduniailmu
💻Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
---------------------------------------
  🖼Jendela Sunnah🖼
---------------------------------------
Pada 26.05.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim