Hukum Mengucapkan Insya Allah Ketika Berdoa

HUKUM MENGUCAPKAN INSYA  ALLAH KETIKA BERDOA

- عن أبى هريرة أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((لا يقولنَّ أحدكم: اللهمَّ اغفر لي إن شئت، اللهم ارحمني إن شئت. ليعزم في الدعاء؛ فإنَّ الله صانع ما شاء لا مكره له)) [2523] رواه البخاري (6339) ومسلم (2679). .

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

“JANGANLAH seseorang di antara kalian yang berdo’a dengan ucapan :
“Ya Allah, Ampunilah aku jika Engkau menghendaki”,

atau berdo’a :
“Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki”,

tetapi hendaklah meminta dengan MANTAP karena sesungguhnya Allah tidak ada sesuatupun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu”. (HR. Bukhari & Muslim

🌾Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Apa hukum ucapan ketika berdoa misalnya Insya Allah (jika Allah berkehendak) semoga Fulan dikaruniai seorang anak. Apakah ucapan ini masuk di bawah larangan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari mengucapkan 'Ya Allah ampunilah jika Engkau berkehendak' ketika berdoa dan Beliau memerintahkannya untuk mengucapkan ta'min (ya Allah kabulkanlah atau Aamin) ataukah ta'min itu khusus bagi seseorang yang mendengar doa?

Jawaban:
Ya. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang ucapan

“JANGANLAH seseorang di antara kalian yang berdo’a dengan ucapan :
“Ya Allah, Ampunilah aku jika Engkau menghendaki”,

atau berdo’a :
“Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki”,

tetapi hendaklah meminta dengan MANTAP karena sesungguhnya Allah tidak ada sesuatupun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu”.

Maka janganlah mengucapkan Insya Allah bila berdoa baginya atau saudaranya atau pun untuk seseorang dari kaum muslimin, berdoalah dengan doa yang mantap dan jangan bimbang dalam berdoa karena Insya Allah itu pengecualian, di dalamnya ada pengecualian, dan tidak ada kemantapan. Sehingga tinggalkanlah lafadh ini.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=138306

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 09.04.2016

السؤال: ماحكم القول عند الدعاء مثلاً إن شاء الله يرزق فلان الولد مثلاً ، وهل هذا يدخل تحت نهي النبي صلى الله عليه وسلم عن قول اللهم اغفر لي إن شئت عند الدعاء وأمره بالتأمين ، أم أن التأمين خاص بمن سمع الدعاء ؟

الجواب : نعم ، النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يقول اللهم اغفر لي إن شئت ، اللهم ارحمني إن شئت ، وليعزم المسألة ، لأن الله لا مكره له سبحانه وتعالى ، فلا يقول إن شاء الله إذا دعا له أو لأخيه أو لأحدٍ من المسلمين ، يدعو دعاءً جازماً ولا يتردد فيه لأن إن شاء الله استثناء ، فيها استثناء وليس فيها جزم ، فيترك هذه اللفظة .  ( الشيخ صالح الفوزان ــ حفظه الله تعالى )

http://www.alfawzan....g.sa/node/13610

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim