Besarnya Keharaman Berkata Terhadap Allah Tanpa Ilmu

BESARNYA KEHARAMAN BERKATA TERHADAP ALLAH TANPA ILMU

Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

"Berkata terhadap Allah tanpa ilmu lebih besar keharamannya daripada kesyirikan kepada Allah ta'ala. Karena kesyrikan itu tidaklah terjadi kecuali dengan sebab berkata terhadap Allah ta'ala tanpa ilmu sebagaimana firman Allah ta'ala: Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf: 33)

Tingkatan perkara-perkara ini sesuai pendorongnya. Maka Allah ta'ala menjadikan perbuatan berkata terhadap Allah tanpa ilmu lebih besar keharamannya daripada kesyirikan. Karena pebuatan itu berangsur-angsur akan membawanya dari perkara yang rendah kepada perkara yang tinggi dan dari perkara yang ringan kepada perkara yang berat keharamannya.

📁Syarh al-Ibanah ash-Shughra pelajaran 05

http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=39424

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 10.04.2016

فائـــدة من شرح الإبانة الصغرى - الدرس 05 | للشيخ: محمد بن هادي المدخلي حفظه الله
من دروس فضيلته عبر موقع ميراث الأنبياء

( شدة حرمة القول على الله بلا علم )

القول على الله بلا علم أعظم من الشرك بالله تبارك وتعالى إذا الشرك ما حصل إلا بسبب القول على الله بلا علم كما قال جلَّ وعلا ﴿ قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ﴾ [الأعراف:33]

فرتب هذه المسائل على حسب قوتها فجعل القول على الله بلا علم أشد من الشرك؛ فإنه تدرج فيها من الأدنى إلى الأعلى من الأخف إلى الأشد:

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim