Benarkah Sebagian Penuntut Ilmu Meninggalkan Dari Menghafal Kitabullah, Karena Datang Riwayat Dari Beberapa Ulama?

SEBAGIAN THOLABUL ILMY MENINGGALKAN DARI MENGHAFAL KITABULLAH, KARENA DATANG RIWAYAT DARI BEBERAPA ULAMA, BENARKAH INI ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
💎Fadhilatus Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah di tanya:

❓❓Pertanyaan: Telah diceritakan dari Ibnul Watir Rahimahullah, bahwasannya sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiyallahu 'anhum, mereka tidak menghafal Al Qur'anul Karim, dan demikianlah seperti yang datang dari Imam2 seperti Utsman bin Abi Syaibah sesuai kedudukannya, bahwa beliau tidak menghafal Al Qur'an.
Apakah ini yang menjadikan alasan bahwa sebagian tholabul ilmy meninggalkan menghafal kitabullah, Apakah ini benar?

👉 Maka Syaikh rahimahullah menjawab: Saya menganggap semua ini mustahil bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu 'anhum dan orang2 yang paling mulia dari para sahabat tidak menghafal Kitabullah, ini mustahil.
Dan ketahuilah bahwasannya Al Qur'an,dikumpulkan pada pemerintahan Abu Bakar dan pada pemerintahan Utsman, maka bagaimana mereka mengumpulkan jika tidak menghafalkannya?
Mustahil sekali, dan walaupun telah di riwayatkan dari sebagian ulama',maka wajib bagi kita untuk melihat pada isnad(Hadits) yang pertama, kemudian
jika benar sanadnya, maka kita katakan: bahwa orang yang berbicara tentang mereka dan dia berkata: sesungguhnya mereka tidak menghafal Al Qur'an seluruhnya, maka dia tidak tahu tentang apa2 yang dia tidak ketahui dan ini sangat mustahil.
Jika mereka tidak menghafal Al Qur'an, dan tidak sepantasnya bagi kita untuk menyanjung seseorang tentang orang2 yang menghafal Al Qur'an semisal riwayat2 diatas.

📚 Kitabul Ilmy, hal: 82, pertanyaan no: 11.Cetakan: Kitabul 'Alamy Lin Nasyri, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah.

📝 Alih bahasa oleh: Tim  🌈LilHuda🌈
🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📨 Telegram Ahkam,tanya jawab
📲Channel:https://tlgrm.me/LilHuda
Pada 19.04.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim