Urgensi Gerakan Bibir dalam Shalat, Membaca Doa Atau Dzikir

SILSILAH FIQIH SHALAT

—◎※◎—

💎  Urgensi gerakan bibir dalam shalat,  membaca doa atau dzikir

📥📜 Pertanyaan : Apakah wajib menggerakkan kedua bibir dalam shalat, dzikir & bacaan? Atau cukup membaca tanpa gerakan bibir?

📚🌺 Jawaban : Harus ada gerakan kedua bibir ketika membaca Alqur'an dalam shalat. Demikian halnya dalam bacaan dzikir2 yang wajib, seperti takbir, tahmid & tasyahud. Karena tidaklah dikatakan sebagai suatu perkataan kecuali jika  diucapkan. Dan tidak ada ucapan kecuali dengan gerakan kedua bibir & lidah.

⌛ Oleh karenanya dahulu para shahabat mengetahui bacaan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari gerakan jenggot beliau.

💡👂🏻Namun para ulama berbeda pendapat apakah seseorang wajib memperdengarkan (bacaan) kepada dirinya sendiri? Atau cukup dengan pengucapan hurufnya saja?

🖼 🖊 Di antara mereka ada yang berpendapat harus ada suara untuk diperdengarkan kepada dirinya sendiri. Sebagian ulama yang lain menyatakan sudah cukup jika dia menampakkan hurufnya saja (tanpa suara,pen) & inilah pendapat yang benar.

📝📒 Referensi : Liqo al bab al maftuh (20)

🇲🇨>><<<🇸🇦
السؤال:

هل يلزم تحريك الشفتين في الصلاة والأذكار والقراءة؟ أم يكفي أن يقرأ بدون تحريك الشفتين؟

الجواب:

لا بد من تحريك الشفتين في قراءة القرآن في الصلاة، وكذلك في قراءة الأذكار الواجبة، كالتكبير والتسبيح والتحميد والتشهد؛ لأنه لا يسمى قولاً إلا ما كان منطوقاً به، ولا نطق إلا بتحريك الشفتين واللسان، ولهذا كان الصحابة -رضي الله عنهم- يعلمون قراءة النبي -صلى الله عليه وسلم- باضطراب لحيته -أي: بتحركها-.

ولكن اختلف العلماء هل يجب أن يُسمع نفسه؟ أم يكتفي بنطق الحروف؟ فمنهم من قال: لا بد أن يسمع نفسه، أي: لا بد أن يكون له صوت يسمعه هو بنفسه، ومنهم من قال: يكفي إذا أظهر الحروف، وهذا هو الصحيح.

المصدر: لقاء الباب المفتوح [20]

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

💡Ustadz Abu Hafiy Abdulloh

🌏 WA KITASATU________________🖋
📥Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung
Pada 05.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim