Sikap Yang Tepat Ketika Manusia Memuji Atas Amalan Kita

SIKAP YANG TEPAT KETIKA MANUSIA MEMUJI KITA ATAS AMALAN KITA

🖌 Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah:

🖲 Tanya: Kesibukanku adalah mengajar qiroatul qur'an dengan mengharap Wajah Allah setelah sholat isya' setiap harinya untuk orang orang non arab, dari pakistan, india, shomalia, dll, disbuah asrama yang kita tempati dan disana didapati sebuah masjid yang dibangun oleh seorang dermawan- semoga Allah memberkahi mereka- ketika aku sampai ditempat itu aku memulai mengajari mereka Al Qur'an dan ini berjalan dengan baik sampai mereka sekarang sudah bisa membaca dengan baik, sudah banyak dari mereka sudah lepas dariku dan aku terus melanjutkan amalan ini, tetapi yang menjadi pesoalan adalah ketika mereka memberikan ucapan terima kasih kepadaku dan menyanjungku secara berlebihan, aku khowatir dengan hadis Nabi Shollallahu alaihi wa sallam dari shohabat Abu Huroiroh rodhiallahu anhu tentang tiga orang yang masuk neraka dan diantara mereka adalah seorang pembaca Al Qur'an ketika Allah mengatakan kepadanya "engkau membacanya karena engkau ingin dikatakan sebagai seorang qori' dan sungguh telah dikatakan" dan hakekatnya aku tidak suka dengan perbuatan mereka dan aku telah membantahnya tetapi apa dosaku dengan ucapan mereka, apakah aku berdosa atau aku hentikan saja pelajaranku ini atau apa yang harus aku lakukan?

🖲 Jawab: pujian dan sanjungan manusia adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang muslim.

🍊 Alhasil engkau patut disyukuri atas amalan baikmu ini, yang mana Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

[خيركم من تعلم القران وعلمه]

"Sebaik baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya"

🍋 Engkau patut disyukuri atas amalanmu ini dan atas engkau pahala yang besar, dan atas engkau untuk mengikhlaskan niat karena Allah dengan amalanmu.

✋  Selama engkau ikhlas dan mengaharap pahala dari Allah maka tidak memudhoroti dirimu ucapan mereka, karena ancaman berlaku bagi orang yang membaca Al Qur'an karena ingin dikatakan sebagai qori' dan mempelajari ilmu karena ingin dikatakan sebagai seorang alim, adapun orang yang mengajari manusia mengharap pahala dari Allah maka tidak berpengaruh kepadanya ucapan manusia, walaupun mereka memujimu dan mengatakan bahwa dirimu baik ini tidak memudhorotimu, ini adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang mu'min.

🗯 Tetapi hendaknya bagi dirimu untuk membenci pujian yang mereka ucapkan kepada dirimu, dan katakan kepada mereka tinggalkan yang seperti ini agar mereka tidak berlebihan untuk memberikan pujian kepadamu, perintahkan dan nasehati mereka untuk meninggalkan pujian ini, karena bisa jadi akan memudhorotimu dan membuat bersikap ujub dan takabbur, bisa mengantarkan engkau kepada kejelekan yang besar.

🌺 Nasehati mereka dan sampaikan kepada mereka wahai saudara saudaraku tinggalkan yang seperti ini, doakan saja aku dengan kebaikan, karena yang seperti ini bisa memudhorotiku, nasehati mereka dan cukup sampai disitu.

🚟 Jika engkau telah menasehati mereka dan mengarahkan mereka untuk mendoakanmu sbagai ganti dari pujian dan sanjungan yang berlebihan maka engkau telah melakukan tugasmu dan tidak memudhoritimu setelah itu dari pujian mereka jika engkau tau dirimu beramal atas amalanmu ini untuk mengharap wajah Allah.

••••••••••••••••••••••••••

📥 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/8651
💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pada 16.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim