Seseorang Tidak Pernah Shalat Satu Rakaatpun untuk Allah, Hanya Saja Dia Mengucapkan Kalimat Syahadat Sebelum Meninggalnya, Apa Hukumnya?

SESEORANG TIDAK PERNAH SHALAT SATU RAKAATPUN UNTUK ALLAH, HANYA SAJA DIA MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT SEBELUM MENINGGALNYA, APA HUKUMNYA?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah seseorang yang tidak pernah shalat dalam hidupnya, kemudian dia sempat mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum meninggalnya, apakah hal ini menjadiknnya seorang muslim dan di akhirat dia diperlukan sebagai kaum muslimin dan dikumpulkan bersama kaum muslimin?

Jawaban:
Apabila dia melakukannya dalam rangka bertaubat dan masuk islam, niscaya Allah ta'ala mengampuninya dari apa yang telah lalu yakni apabila sebelumnya syahadat itu tidak diucapkannya kemudian dia menyebutkannya dalam kondisi bertaubat, bertauhid, dan ikhlas untuk Allah ta'ala, mengetahui maknanya yaitu meninggalkan kesyirikan, kemaksiatan, dan bertekad meninggalkan seluruhnya. Inilah taubat artinya taubat yang akan Allah ta'ala ampuni apa yang telah lalu.
Adapun jika dia mengucapkannya seperti kebiasaannya, tidaklah bermanfaat baginya yakni dia mengucapkannya dalam kehidupannya dan ketika meninggalnya. Sehingga jika dia mengucapkannya dalam kondisi masih beribadah kepada kubur, meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal, berbuat maksiat, dan dia tidak mengucapkannya sebagai taubat dan rujuk, maka syahadatnya tersebut seperti ucapannya di masa hidupnya dan sehatnya, sehingga tidak berpengaruh sedikitpun atas kekafirannya dan kesesesatannya. Sebagaimana kaum munafiq mereka mengucapkannya sedangkan mereka di atas kekafiran dan kemunafikan mereka. Seperti para penyembah kubur pada hari ini, mereka mengucapkannya di majelis-majelis dan setiap tempat sedangkan mereka beribadah kepada penghuni kubur, minta pertolongan dengan mereka, bernadzar untuk mereka, dan menyembelih untuk mereka. Seperti para penyembah al-Badawi, Al-Husain, Syaikh Abdul Qadir dan selain mereka.

💻🔍
http://www.binbaz.org.sa/node/20477

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 04.03.2016
🇸🇦

رجل لم يصل لله ركعة إلا أنه نطق الشهادة قبل الوفاة فما حكمه

هل الإنسان الذي لم يصلِّ أبداً في حياته, ثم وفق إلى التلفظ بالشهادتين قبل وفاته, هل يصبح هذا مسلماً ويعامل في الآخرة معاملة المسلمين, ويحشر مع المسلمين؟
إذا كان أتى بها توبةً ودخول في الإسلام يغفر الله بها ما مضى, إذا كان لا يقوله سابقاً ثم جاء بها تائباً موحداً مخلصاً لله عارفاً لمعناها معناها ترك الشرك, وترك المعاصي, والعزم على ترك الجميع, فهذا توبة معناه توبة يغفر الله ما سلف...... أما إذا كان يقوله كالعادة ما تنفع ..... هو يقولها في حياته وعند وفاته, إذا كان يقولها وهو يعبد القبور, ويستغيث بالأموات, ويأتي المعاصي لم يقلها عن توبة ولا عن رجوع فهي مثل قوله لها في حياته وصحته, لا تؤثر شيئاً فهو على كفره وضلاله, كالمنافقين يقولون وهم على كفرهم ونفاقهم, وكعباد القبور اليوم يقولونها في المجالس وفي كل مكان وهم يعبدون أصحاب القبور, ويستغيثون بهم, وينذرون لهم, ويذبحون لهم, كعباد البدوي, وعباد الحسين, وعباد الحسين, وعباد الشيخ عبد القادر وعباد غيرهم.

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim