Sebagaimana Engkau Berbuat Maka Seperti Itulah Engkau Akan Dibalas

✅❌ PELAJARAN 1: SEBAGAIMANA ENGKAU BERBUAT MAKA SEPERTI ITULAH ENGKAU AKAN DIBALAS

عَنْ أَبِي صِرْمَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ ضَارَّ ضَارَّ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ شَاقَّ شَقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ»
📘 Dari Abu Shirmah Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa memberi mudharat (kepada orang lain) maka Allah akan memberikan mudharat kepadanya. Dan barangsiapa memberi kesulitan (kepada orang lain) maka Allah akan memberikan kesulitan kepadanya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

📚 Kedudukan Hadits:
📌 Hadits ini hasan, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah

📖 Makna Kalimat:
✏️ Mudharat dan kesulitan sebenarnya dua kata yang memiliki keserupaan makna. Hanyasaja mudharat lebih cenderung kepada kerusakan/kehilangan harta benda, sedangkan kesulitan umumnya pada gangguan badan, misalnya membebankan pekerjaan yang berat.

💢 Faedah Hadits:
🔅 Di dalam hadits ini setidaknya terkandung tiga faedah besar:

1⃣ Bahwasanya balasan amalan akan disesuaikan dengan perbuatan yang dilakukan, baik dan buruknya.
👉🏻 Ini merupakan hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang melakukan perbuatan baik maka akan dicintai oleh Allah, dan orang yang melakukan perbuatan jelek, maka dia akan dimurkai oleh Allah.

👉🏻 Orang yang meringankan beban orang lain di dunia, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat. Dan orang yang membantu orang lain dari kesulitan dunia, maka Allah akan membantunya menghadapi kesulitan dunia dan akhirat. Allah akan selalu membantu hamba-Nya, selama hamba tersebut selalu membantu saudaranya.

👉🏻 Maka demikian juga orang yang memberikan mudharat kepada orang lain, maka Allah akan memberikan mudharat kepadanya, dan orang yang memberikan kesulitan kepada orang lain, maka Allah akan memberikan kepadanya kesulitan pula.

2⃣ Larangan Memberikan Mudharat atau Kesulitan kepada orang lain.
👉🏻 Tercakup padanya semua jenis kemudharatan dan kesulitan.
👉🏻 Kemudharatan kembali kepada dua hal, yaitu Hilangnya maslahat atau memberikan mudharat dengan cara apapun. Seperti:
🔹 Tidak berterus terang, curang, dan menyembunyikan cacat di dalam bermuamalah.
🔹 Membuat makar dan tipu daya.
🔹 Berjual beli barang yang masih ditawar saudaranya.
🔹 Dalam hal persewaan
🔹 Melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya.
🔹 Mengganggu tetangga dengan ucapan dan perbuatan.
🔹 Orang yang dihutangi kepada orang yang menghutangi
🔹 Dalam hal berwasiat
🔹 Seorang suami kepada isterinya atau sebaliknya
☑️ Dan contoh-contoh lainnya yang sekarang sedang dibudidayakan oleh sebagian masyarakat kita. Allahul musta'an.

3⃣ Dapat dipahami dari hadits ini bahwasanya seorang yang menghilangkan kemudharatan dan kesulitan dari orang lain, maka Allah akan menghilangkan kemudharatan dan kesulitan darinya di dunia dan akhirat.

🔸 Wallahu a’lam

📝 Disajikan oleh: Tim Warisan Salaf
🌍 Sumber Panduan:
🔗 Sunan Tirmidzi dan Takhrij Syaikh Al-Albani
🔗 Tuhfatul Ahwadzi Syarah Tirmidzi
🔗 Bahjatu Qulubil Abror Karya Syaikh As-Sa’di

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Pada 13.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim