Perbedaan antara ittiba' dan taqlid

Tanya:
Disini ada pertanyaan. Tolong dijelaskan antara ittiba' dengan taqlid!

Jawab:
Oleh Ustadz Abdurrahman Lombok hafizhahullah

Kita sering mendengar, "kita wajib ittiba'", makna dari ittiba' itu adalah mengikuti. "Kita tidak boleh taqlid", makna dari taqlid itu juga mengikuti. Dimana letak perbedaannya? Ini ittiba', kita disuruh untuk ittiba', mengikuti. Kita dilarang dari taqlid, artinya mengikuti juga. Lho terus bagaimana? Mungkin ini yang ditanya oleh saudara kita, barakallahufiik.

Perbedaan antara ittiba' dengan taqlid. Ittiba' itu barakallahufiik, baru dikatakan ittiba' ditinjau dari dua sisi. Yang petama, orang yang kita ikuti ini adalah orang yang pantas untuk diikuti. Kedua, dan yang dibawanya adalah apa yang datang dari Allah Jalla Subhanahu Wa Ta'ala. Mengikuti orang yang seperti ini dengan apa yang dibawa dari kebenaran, ini disebut dengan al ittiba'. Dengan definisi arabnya adalah "ittiba'u man huwa hujjatun bil hujjah".

Mengikuti orang yang pantas untuk diikuti, pembawa hujjah. Kita mengikutinya juga dengan dalil. Ini yang disebut dengan al ittiba'.

Kedua, taqlid, ditinjau juga dari dua sisi. Orang yang kita ikuti ini tidak pantas, tidak bagus. Kedua, kita mengikutinya itu tidak punya alasan, tidak punya dalil. Maka ini disebut dengan apa tadi? Taqlid, ini namanya taqlid. Mengikuti orang yang tidak pantas diikuti, dan dia bukan pemilik hujjah, tidak tahu dalilnya. Maka mengikuti orang yang buta ini, itu disebut dengan taqlid.

Berarti perbedaannya adalah, ittiba' mengikuti orang dengan ilmu. Taqlid mengikuti orang dengan membuta babi, atau membabi buta. Ini disebut barakallahufiikum, taqlid.

"Lho, saya kan ikut, apa dalilnya?"
"Saya ikut saja"
"Lho, yang penting saya ikut"

Nah, ini sikap taqlid. Kalau kita mengatakan, saya mengikut orang itu, apa dalilnya? Ini dia Al Qur'an, ini sunnah rasul. Ini disebut dengan ittiba'. Insya Allah barakallahufiik, bisa dipahami oleh segenap saudara kami kaum muslimin dan muslimah perbedaan antara ittiba' dan taqlid. Karena khawatir:

"Ya akhi, jangan taqlid lho, sama ulama mu!"

Lho kami ini mengikuti dia dengan dalil lho, ini bukan taqlid. Tetapi apa namanya tadi? Ittiba'. Kalau saya mengikuti seseorang, tidak tahu dalilnya, kedua tidak mau tahu, yang penting dia alim, katanya, saya ikuti. Ini disebut dengan taqlid. Bedanya, barakallahufiik. Wallahu a'lam bishawab.

Download Audio disini

www.thalabilmusyari.web.id

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim