Nasehat untuk ikhwan yang ta'lim pilih-pilih ustadz

Tanya:
Mohon nasehatnya, semoga Allah memberikan kebaikan dan menjaga anda. Mohon nasehatnya bagi ikhwan yang ta'lim pilih-pilih ustadz, ikut ta'lim hanya kepada ustad yang kibar!

Jawab:
Oleh Al Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah

Ikhwati fiddin, a'azzani wa a'azzakumullah, kalau ustadznya itu hizbi, ahlul bid'ah misalkan, jangan ikut! Kalau ustadznya itu ahlussunnah, dan ustadz dia, sebagai ustadz ahlussunnah, apa alasan antum untuk tidak belajar sama dia? Para ulama Salaf menyatakan, seorang itu tidak akan (belum) menikmati lezatnya menuntut ilmu sebelum dia mengambil kepada yang lebih alim, yang satu level (satu leting), dan yang dibawahnya. Yang dikhawatirkan, naudzubillah syaithon masuk kepada dia akhirnya mereka ustadz tadi. Kondisi ustadz tadi adalah ahlussunnah salafy. Khawatir merembet kesana sehingga itu bagian dari definisi sombong, naudzubillahi min dzalik. Kata rasul:

الْكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
"Kibr, sombong itu adalah menolak al haq dan meremehkan orang lain."

Ini yang dikhawatirkan, naudzubillah, hati-hati.

Download Audio disini

www.thalabilmusyari.web.id

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim