Musibah TV dan Game Terhadap Anak

MUSIBAH

Ketika fenomena di luar sana, anak- anak kaum muslimin dijejali dengan sekian tokoh kartun, film-film sarat imajinasi palsu. Belum lagi sekian pelanggaran syariat yang dibawa serta.
Sengaja memang,
Agar permata-permata itu menjadi lusuh. Tak lagi memancarkan kilauannya karena di setting agar mereka jauh dari agama mereka yang mulia- Islam 'ala fahmi salafil ummah-

Siapa yang tidak kenal doraemon tokoh penuh kesyirikan dengan kantong ajaibnya?
Atau mungkin jaman dulu waktu kita masih kecil ada tokoh sailormoon yang juga tak lepas dari kesyirikan dalam lafadz "dengan kekuatan bulan..." dan semisalnya, dan semisalnya.

Jaman sekarang?
Lebih-lebih lagi.
Sekian judul film dan nama tokoh yang tak pantas dijadikan figur anak-anak muslimin.

"Sekelompok anak bermain perang perangan dengan memerankan tokoh Spiderman, Robot ini itu.."
Ini.....
Jangan dianggap remeh. Segera luruskan.

Atau,
Mereka bercerita tentang tokoh ini dan itu diantara sesama mereka.

Orang tua pun heran:
"Dirumah sudah tidak ada TV, kok bisa ya.."

Bisa saja.
Lingkungan kadang mempengaruhi.
Juga teman.
Dan sekian faktor, yang tadinya sudah kita jaga sedemikian rupa agar anak tak mengenal TV.
Tapi ketika berkunjung kerumah nenek, atau ke rumah fulan wa fulanah.... disanalah mereka lihat.
Atau,
Ada diantara saudara kita -semoga Allah menunjuki mereka- yang masih sangat permisif akan hal ini.
"Ya gimana lagi, masih serumah sama neneknya, neneknya ada TV nya..x
"Ya Gimana lagi.. suka main ke tetangga, di tetangga ada TV nya.."

Dan sebagainya dan sebagainya.

Aduhai.... khawatirlah... khawatirlah....
Karena seringnya anak-anak tidak menyimpan apa yang dia lihat dihati mereka sendiri.
Tapi secara psikologis mereka suka bercerita kepada teman-temannya.
Dan itu salah.
"Bukankah  berarti, dalam kasus ini: anak telah mempengaruhi jelek kepada temannya?"
Tolong, jangan diremehkan masalah seperti ini.

HATI-HATI
Mari kita jaga permata-permata itu sebaik mungkin
Karena kuffar memang tak hentinya menyerang kaum muslimin.
Secara tidak langsung, diakui atau tidak, semua film kartun anak-anak ataupun film bukan kartun serta game-game yang dibuat khusus untuk segmen anak, TERLALU BANYAK MADHARATnya.
Dari penyelisihan syariat yang terkecil sampai terbesar.
Bahkan penuh KESYIRIKAN.

Sehingga, misalnya:
anak-anak pun menganggap SIHIR itu boleh
Sudah biasa
Bukan hal yang terlarang dalam Islam.

Na'udzubillahi mindzaalik.

Coba tanyakan kepada permata-permata itu:
"Siapa Abu Bakar  dan Umar?"

Niscaya hanya segelintir yang tahu.

FENOMENA yang MENYEDIHKAN.

Wallahul musta'an.
Hanya Allah tempat dimintai pertolongan.

Semoga Allah menjaga anak-anak kita dari segala kejelekan.

ORANG TUA, adalah 2 orang terpenting bagi seorang anak.
Mau di arahkan kemana anak kita?

قال النبي صلى الله عليه و سلم :
كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

“Setiap anak dilahirkan dlm keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”
(HR. al-Bukhari&Muslim)

ّMari bersemangat mentarbiyah mereka.
Sediakan buku-buku shirah dan semangatlah bercerita betapa mulianya para Nabi dan Rasul, betapa hebatnya para Shahabat radhiyallahu 'anhum.

Mari kita jaga fitrah mereka.
Jangan sampai kita ikut andil dalam "merusak" fitrah permata-permata hati kita.
Meski dengan "sekedar" bermudah-mudahan untuk membolehkan "mengenal" tv, game, komik dll yang disana tengah dibangun mind set "tokoh ini hebat".
Mari kita jaga fitrah mereka.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِين
َ
[Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”.
(QS. Ash Shaffaat: 100).

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

[Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa].
(QS. Al Furqon: 74)

@RumahBelajar

Channel telegram KHUSUS IKHWAN:
📡https://bit.ly/rumah-belajar

Channel telegram KHUSUS AKHAWAT:
🌹https://bit.ly/rumahbelajar2
Pada 08.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim