Memakai Kawat Gigi Ketika Berwudhu

MEMAKAI KAWAT GIGI KETIKA BERWUDHU

🌾Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Seseorang yang memasang behel (kawat gigi) pada sebagian giginya dan mungkin baginya melepasnya karena tidak tertanam, namun dia merasa berat bila melepasnya, apakah tidak masalah keberadaan behel ini ketika berkumur-kumur dalam wudhu?

Jawaban:
Tidak harus baginya melepasnya ketika berkumur-kumur, sebab behel suatu yang sedikit dan karena berkumur-kumur cukup memutar air dalam mulut dan air biasanya masih bisa masuk. Karena sebagaimana Anda ketahui air itu lembut yang akan masuk antara behel ini dan gusi. Namun bila dia melepasnya khususnya ketika junub, maka itu lebih baik.

📀Liqa' al-Bab al-Maftuh 20/158

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 27.03.2016
🇸🇦
وسئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
عن شخص مركب أسنان في بعض أسنانه ويمكنه نزعها؛ لأنها لم تغرس غرساً، لكنه يشق عليه ذلك ، فهل في هذا بأس من ناحية الوضوء أي: في المضمضة ؟
فأجاب:
" لا يلزمه أن يخلعها عند المضمضة ؛ لأنها يسيرة ، ولأنه يكفي إدارة الماء في الفم ، ولأن الغالب أن الماء يدخل لأن الماء كما تعرفون لطيف يدخل من بين هذه الأسنان المركبة واللثة، لكن لو نزعها خصوصاً في الجنابة فهو أحسن " .
انتهى من " لقاء الباب المفتوح " (158/ 20) بترقيم الشاملة .

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim