Mana yang diutamakan, menuntut ilmu atau taat kepada orang tua

Tanya:
Afwan ustadz, mohon nasehatnya kepada kami. Manakah yang harus kami dahulukan, apakah menuntut ilmu atau taat kepada kedua orang tua, tatkala kami mendapati kedua orang tua kami sudah tua dan sakit-sakitan. Sedangkan kami barulah mengenal dakwah salaf ini.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah

Kedua-duanya jangan ditinggalkan. Menuntut ilmu hukumnya wajib, fardu 'ain bagi tiap-tiap kaum muslimin. Taat kepada orang tua juga demikian, wajib dalam perkara yang ma'ruf. Makanya harus dicari solusinya. Sebenarnya kalau seorang betul-betul menuntut ilmu syar'i ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, itu untuk kebaikan dirinya dan kedua orang tuanya. Itu otomatis ketika dia belajar menurut ilmu syar'i ikhlas karena Allah, menjadi orang yang berilmu, diamalkan ilmunya, didakwahkan di jalan Allah, dan sabar diatasnya. Maka si anak ini, itu dapat manfaat dari dia belajar tadi itu sehingga menjadi orang yang berilmu, mengamalkan ilmunya, dan mendakwahkan, dan sabar diatasnya, dan orang tuanya pun dapat sekaligus, otomatis.

Al walad min kasbil walid. Maka sesungguhnya orang tua ini, hendaklah berbahagia ketika mendengar dan mendapati anaknya menuntut ilmu syar'i, didukung! Karena itu kebahagiaan dunia dan akhirat nanti untuk anak tersebut dan juga untuk kebahagiaan bagi orang tuanya. Karena kalau seorang sudah meninggal, sudah meninggal, yang bersamanya adalah amalannya. Hartanya semua pada kembali semua. Yang ikut bersama mayit  adalah amalannya. Ketika dia mendukung anaknya dan terus menasehati dan terus... (mendidik dengan baik, -red) sehingga menjadi anak yang shaleh harapannya demikian, maka do'anya itu sampai terus kepada orang tuanya.

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة: إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له
"Ketika manusia itu meninggal, seorang muslim meninggal, maka terputus amalannya kecuali tiga hal..."

Diantaranya adalah

ولد صالح يدعو له
"Anak shaleh yang mendo'akan kepada orang tuanya"

Wallahu a'lam bishawab.

Download Audio disini

www.thalabilmusyari.web.id

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim