Hukum Mencabut Rambut Tambahan Pada Alis Wanita

HUKUM MENCABUT RAMBUT TAMBAHAN PADA ALIS WANITA

📂 Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

📪 Pertanyaan: Rambut tambahan yang ada di alis wanita, bolehkan dicabut atau menghilangkannya termasuk dalam larangan?

🔓 Jawaban: Rambut alis tidaklah boleh dicabut (dihilangkan) kecuali bila ada kelainan bentuk (tampak buruk). Karena kita memiliki tiga keadaan: Rambut alis tampak indah karena kehalusan dan kerapatannya dan tidak bersambung antara satu dan yang lainnya, dan ini tentu tidak ada seorangpun yang menanyakannya. Atau bisa jadi alis tersebut memiliki kelainan (ketidakwajaran) bentuk yang sangat (sehingga tampak buruk) artinya mengambil suatu tempat dari dahinya. Setiap yang melihatnya, merasa jijik dengannya. Maka yang seperti ini tidak mengapa untuk diambil bagian alis yang membuat (tampak) buruk tersebut, namun tidak dengan cara dicabut. Bisa dengan penghilang rambut -minyak- yang dioleskan atau bisa juga dengan gunting. Ini boleh. Adapun yang pertama, maka tidak perlu ditanyakan lagi. Dan bisa juga alis itu tidak buruk tetapi juga tidak sampai pada batasan indah, maka ini tidak boleh diubah-ubah.

📪 Penanya: Apabila kelainan (sesuatu yang buruk) itu tampak dari dekat namun tidak dari jauh?

🔓 Asy-Syaikh: Selama alis itu tidak ada yang buruk (kelainan), maka tidak boleh diubah-ubah.

📪 Penanya: Jadi masalah tersebut intinya dibangun berdasarkan adanya kelainan yang membuatnya buruk ataukah tidak. Bila tidak ada kelainan, maka tetap dibiarkan sebagaimana aslinya?

🔹 Asy-Asyaikh: Ya.

📚 Sumber: Silsilatu Liqa’atil Babil Maftuh> Liqa’ul Babil Maftuh (233)

📝 Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy

🌐 Baca || http://forumsalafy.net/mencabut-rambut-tambahan-pada-alis-wanita/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Pada 07.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim