Hukum Membedakan Bacaan Takbir dalam Shalat

TAKBIR DALAM SHALAT

Fatwa Nomor 3655

Pertanyaan:
Harap beri kami fatwa tentang cara melakukan takbir dalam salat. Apakah sebaiknya membedakan takbir pada tasyahud awal dan akhir dari takbir lainnya dengan memanjangkan kalimat "Allahu Akbar" untuk memberitahu saat untuk duduk tasyahud kepada para makmum, khususnya orang berfisik lemah? Karena masalah akibat ini pernah terjadi, yaitu sebagian imam tidak membedakan antara takbir-takbir, kemudian makmum yang dekat dengan imam menoleh apakah imam sudah berdiri atau masih duduk dan makmum yang jauh dari imam berdiri -dia lemah fisik dan membawa tongkat- tetapi ternyata menyalahi imam lalu kembali duduk dengan susah payah. Sebagian imam yang lain membedakan antara takbir-takbir untuk tasyahud awal dan akhir, yang diketahui oleh makmum walaupun mereka jauh dari imam, yaitu saat ia memanjangkan lafal jalalah "Allah" sehingga berbeda dari yang lainnya. Apa pandangan Anda terkait masalah ini?

Jawaban:
Hukum asalnya adalah tidak ada pembedaan di antara takbir-takbir salat. Kami tidak mengetahui adanya dalil syar`i yang membedakan di antara takbir-takbir. Takbir-takbir salat tersebut adalah ibadah, dan ibadah didasarkan kepada tauqif (yaitu berdasarkan kepada dalil Alquran dan Sunah). Barangsiapa mengklaim bahwa takbir-takbir salat harus dibeda-bedakan, maka hendaklah dia mengemukakan dalilnya. Namun, kami menilai tidak ada masalah dalam pembedaan takbir-takbir salat demi kemaslahatan yang Anda sebutkan, berdasarkan sifat umum dalil-dalil syar`i yang menunjukkan adanya keutamaan dalam memberikan kemudahan dan mendorong berbuat baik.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta'

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghydayyan

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 22.03.2016

الفتوى رقم ( 3655 )
س: أفتونا يرحمكم الله عن كيفية أداء تكبيرات الصلاة، وهل من الأفضل تمييز التكبير بالتشهد الأوسط والأخير عن
غيرهما بمد (الله أكبر) لمعرفة المأمومين بالجلوس وخاصة العجزة، لأنه حصل بسبب ذلك وهو أن بعض الأئمة ما يفرقون بين التكبيرات ثم إن القريب من الإمام يلتفت للنظر هل هو قائم أو جالس والبعيد عنه يقوم وهو من العجزة ومعه عصا ثم يكون مخالفا لإمامه ويرجع مع الكلافة، أما بعض الأئمة فهو يجعل فارقا بين التكبيرات للتشهد الأوسط والأخير ويعرف بذلك المأمومون ولو كانوا بعيدين عن الإمام، وذلك حينما يمد الجلالة (الله) وتكون فارقة عن غيرها فما رأي فضيلتكم بأحد الأمرين؟
ج: الأصل هو عدم التمييز بين التكبيرات في الصلاة، ونحن لا نعلم دليلا شرعيا يدل على التمييز، وتكبيرات الصلاة من العبادات والعبادات مبنية على التوقيف، ومن ادعى التمييز بينهما فهو مطالب بالدليل، ولكن لا نعلم حرجا في التمييز من أجل المصلحة التي ذكرت عملا بعمومات الأدلة الشرعية الدالة على فضل التيسير والتسهيل والإعانة على الخير.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim