Hukum Istri Menuntut Cerai Suami Karena Poligami

SILSILAH FATWA ULAMA
—◎※◎— ⭕ —◎※◎—
✍ HUKUM ISTRI MENUNTUT CERAI SUAMI KARENA POLIGAMI
Pertanyaan :
_____________
❓ Bolehkah seorang istri meminta cerai kepada suaminya karena suaminya tersebut hendak menikah lagi dengan wanita lain ?
—◎※◎— ⭕ —◎※◎—
Jawaban :
___________
Alhamdulillah, seorang suami yang mampu menikah lagi maka itu merupakan karunia dari ALLAH ta'ala. ALLAH telah membolehkan hal itu.
☝ Namun boleh bagi sang istri untuk meminta cerai, jika suaminya melalaikan hak²nya, tidak adil & tidak menunaikannya. Maka boleh baginya meminta cerai.
☝ Adapun jika suami menikah lagi, berlaku adil terhadap istri²nya & menunaikan haknya, maka istrinya tidak boleh meminta cerai. 
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan ( yang dibenarkan agama ), maka haram baginya  wangi bau surga."
☝ ⚠ Tidak boleh sang istri meminta cerai semata-mata karena suami menjalankan hal yang dibolehkan oleh ALLAH ta'ala. Dan poligami itu mubah alhamdulillah bahkan terkadang hukumnya sunnah.

Sumber :
Transkip tanya jawab dalam muhadharah bertajuk "Fatwa & dari siapa mengambilnya".
 Disampaikan oleh Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah.
◑◐◑◐◎◎«●»◎◎◑◐◑◐
 هل للمرأة أن تطلب الطلاق من زوجها بسبب أنه سوف يتزوج عليها بأخرى؟
 الحمد لله، الذي يتزوج عليها أخرى هذا من فضل الله. و قد أباح الله له ذلك.
لكن تطلب الطلاق إذا أخل بحقها إذا لم يعدل و أخل بحقها فلها أن تطلب الطلاق. أما إذا كان تزوج أخرى و عدل بينهن و قام بالواجب فلا يجوز لها أن تطلب الطلاق. قال رسول الله صلى الله عليها و سلم "أيما امرأة سألت زوجها طلاقها من غير بأس فحرام عليها رائحة الجنة".
لا يجوز أن تسأل الطلاق بمجرد أخذ ما أباحه الله له. وهذا مباح الحمد لله و قد تكون سنة.
 مصدر : نفريغ أسئلة محاضرة بعنوان الفتوى وعمن تؤجذ للشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله تعالى
✍ Alih bahasa : TIM KITasatu
17 Jumadal akhirah 1437
WA KITASATU
Join Channel Telegram :
Http://tlgrm.me/KajianIslamTemanggung
26.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim