Gelar Ali Karramallahu wajhah, Bolehkah?

Gelar Ali Karramallahu wajhah, Bolehkah ??
_____________________________________📌

📝 Asy-Syaikh Robi bin Hadi Al Madkhali حفظه الله.

Pertanyaan :

"Apa hukum mengatakan : Ali bin Abi Tholib dengan "karramalllahu wajhah" : Semoga Allah memuliakan wajahnya ??"

Jawab :

"Karramallaahu wajhah; seorang sunni (Ahlussunnah) tidak pantas untuk mengatakan yang demikian, tidak boleh mengkhususkan terhadap Ali bin Abi Thalib dengan doa ini yang dengannya berbeda dengan doa kepada Sahabat.
Dikatakan terhadap Ali apa yang dikatakan kepada Abu Bakar dan 'Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan dan selain mereka Radhiyallahu 'anhum (Semoga Allah meridhai mereka), tidak kita bedakan beliau dari yang lain dari bentuk ucapan ini, dan boleh jadi ini dari intrik para Rafidhah dan Syi'ah untuk menipu para Ahlussunnah.
Begitupula dengan ucapan; " Ali 'alahissalàm", ini dari bentuk kesalahan.
Kenapa membedakan beliau ?, padahal Abu Bakar As Shiddiq dan 'Umar bin Khattab lebih utama dibanding beliau ?, andaikata disana ada perbedaan tentu kami akan membedakan mereka, akan tetapi kami memakai bentuk kalimat kepada semua Sahabat Nabi dengan Radhiyallahu 'anhum. Inilah yang lazim dipakai oleh Ahlussunnah."

📚 Fatàwà fil Aqidah wal Manhaj Bagian II.

سئل الشيخ عن حكم قول: "عليّ كرّم الله وجهه"

الجواب :

"كرّم الله وجهه" لا ينبغي أن يقولها السنيّ, لا يخص عليًّا بدعاء يختلف عن الدعاء للصحابة, يقال في عليّ كما يقال في أبي بكر وعمر وعثمان وغيرهم رضي الله عنهم، لا نميزه عن غيره بأيّ صيغة من الصيغ، ولعلّ هذا من دسّ الروافض والشيعة ويخدع به أهل السنّة,
كذلك قول: "عليّ عليه السلام"؛
هذا من الأخطاء، لماذا نميزه؟
أبو بكر وعمر أفضل منه, لو كان هناك تمييز لميزنا هؤلاء، لكن نجعل الصيغة للصحابة جميعا رضي الله عنهم، وهذا الذي درج عليه أهل السنّة.

[فتاوى في العقيدة والمنهج الحلقة الثانية]

Sumber artikel :
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=53&id=647#

📮 SALAM
Pada 10.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim