Ganti Rugi Karena Kesalahan Yang Tidak Disengaja atau Lupa

GANTI RUGI

Syaikh as-Sa'di rahimahullah berkata dalam Manzhumah al-Qawa'id al-Fiqhiyyah:

Kesalahan karena tidak sengaja, dipaksa, atau lupa…
Dimaafkan oleh Ar Rahman, Dzat yang kita sembah…
Tapi jika menyebabkan rusaknya sesuatu milik orang lain, wajib menggantinya…
Namun dia tidak dikenai dosa atas kesalahannya…

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=28281

Fatwa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Jika seseorang menjadi sebab matinya seekor domba. Wajibkah dia memberikan gantinya?

Jawaban:
Ya, bila dia membunuhnya wajib baginya memberikan dalam bentuk uang, domba pengganti, ataupun dendanya disebabkan perbuatan zhalim dan kasarnya.
Demikan pula bila dia melakukan kesalahan atau kecerobohan yang tidak disengaja, maka wajib juga baginya memberikan ganti rugi. Karena merusak itu tidak dipersyaratkan padanya kesengajaan, sehingga dia memberikan ganti rugi meskipun tidak sengaja.

http://www.binbaz.org.sa/noor/4136

Fatwa Lajnah Daimah

Pertanyaan Kedua dari
Fatwa Nomor:14290
Pertanyaan 2:
Dulu saya pernah menabrak seekor domba. Saya tidak berhenti untuk bertanggung jawab meskipun penggembalanya ada ketika itu. Namun itu terjadi tanpa kesengajaan. Pada waktu itu saya takut akan terjadi banyak masalah. Sebab, saya tahu bahwa orang-orang di daerah tersebut senang mencari masalah, dan rumah penduduk amat jauh dari keberadaan saya. Jika saya menanyakan siapa pemilik domba itu, saya takut akan muncul banyak masalah. Saya berharap kepada Allah, kemudian kepada Anda, agar berkenan memberikan penjelasan kepada saya.

Jawaban 2:
Jika pemilik dombanya masih hidup, maka Anda harus memberi gantinya dalam bentuk uang. Jika dia telah meninggal dunia dan ahli warisnya ada, maka Anda dapat menyerahkan nilai ganti rugi kepada mereka lewat jalur pengadilan. Jika Anda tidak dapat menemukannya atau ahli warisnya, atau tidak mungkin lagi diketahui setelah usaha keras pencarian yang Anda lakukan, maka Anda harus bersedekah seharga kambing tersebut kepada fakir miskin atas namanya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhuts al-Ilmiyyah wal Ifta'

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 24.03.2016

🇸🇦
قال الشيخ السعدي رحمه الله

و الخطء و الإكراه و النسيان…أسقطه معبودنا الرحمان

لكن مع الإتلاف يثبت البدل…و ينتفي التأثيم عنه و الزلل

⬅ شيخ ابن باز رحمه الله

الضمان لا يشترط فيه العمد
إذا تسبب أحد الأشخاص في قتل إحدى الأغنام فهل عليه أن يدفع بديلاً عنها؟

نعم إذا قتلها يلزمه قيمتها، يلزمه البديل، يلزمه الغرامة لظلمه وعدوانه، وهكذا لو كان مخطئاً أو غلطاناً ما تعمد يلزمه أيضاً؛ لأن الإتلاف لا يشترط فيه العمد، بل يضمن ولو بالخطأ.

⬅فتاوي لجنة دائمة

السؤال الثاني من الفتوى رقم ( 14290 )
س2: دعست غنمًا من وقت طويل ولم أوقف، مع العلم أن راعيها في ذلك الوقت موجود، ولكن غير متعمد، وأنا في ذلك الوقت أخشى من شر المشاكل، حيث إني أعرف عن تلك الأرض مشاكل، وديارهم بعيدة جدًّا عنا، ولو سألت في تلك الديرة أخشى من كثرة المشاكل. أرجو من الله ثم منكم التوجيه.
ج2: إذا كان صاحب الغنم موجودًا فتعطيه القيمة، وإن كان
(الجزء رقم : 14، الصفحة رقم: 186)
ورثته موجودين وقد مات هو فتعطيهم القيمة عن طريق المحكمة، وإن لم تجده ولا من يدلك على ورثته أو لم تعد تعرفه بعد السؤال عنه، فإنك حينئذ تتصدق بقيمتها على الفقراء بالنية عنه.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو  نائب الرئيس  الرئيس
عبد الله بن غديان  عبد الرزاق عفيفي  عبد العزيز بن عبد الله بن باز


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim