Dakwah Tauhid Adalah Inti Dakwah Para Rasul yang Diutus Allah

DAKWAH TAUHID ADALAH INTI DAKWAH PARA RASUL YANG DIUTUS ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔖 Sebagaimana Ketika Rasulullah Shollallaahu Alaihi wasallam Mengutus Mu’adz Radhiyallahu Anhu untuk Berdakwah ke Yaman, Beliau Menyatakan :

فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا صَلَّوْا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ

🍃 Maka Jadikanlah Pertama kali yang Engkau Dakwahkan adalah Supaya mereka Mentauhidkan Allah Ta’ala, Jika mereka Mengetahuinya, Maka Kabarkan (kemudian) pada mereka bahwa Allah Mewajibkan bagi mereka Sholat 5 Waktu Sehari Semalam. Jika mereka telah (melakukan) Sholat, Kabarkan kepada mereka bahwa Allah Mewajibkan bagi mereka Zakat Maal yang Diambil dari Orang Kaya untuk Diberikan pada Fakir Miskin di Antara mereka. (H.R AlBukhari-Muslim).

☀️ Hadits Nabi Shollallahu Alahi Wasallam di atas Menunjukkan bahwa Dakwah yang Pertama dan Utama untuk Disampaikan adalah Tauhid dan Menjauhi Kesyirikan, Barulah setelah itu Ibadah yang lain.

🔰 Tidaklah Benar kita Memulai Materi Dakwah dari Hal-hal yang lain dengan Menunda Permasalahan Tauhid.

🌈 Banyak yang mulai Dakwah dari Sholat, dengan Menunda atau bahkan Tidak Memperhatikan Masalah Tauhid.
🌠 Ada pula yang demikian Mementingkan Masalah Akhlaq, Namun Sama Sekali Tidak Pernah Menyentuh Esensi/Kebutuhan Mendasar Umat yaitu Tentang Tauhid.

🛡Ada pula yang Sangat Getol Memprioritaskan Masalah Persatuan Umat, dengan Menafikan Segala Perbedaan yang Ada dan Meninggalkan Dakwah Tauhid dengan Alasan Justru akan Memecah Belah Umat.

🌀 Ketahuilah, Jika mereka Memaksakan Persatuan yang Tidak di Atas Landasan Tauhid, Sesungguhnya Mereka Hanya akan Membangun Persatuan Semu dan Mereka hanya Akan Menunda Terjadinya Perpecahan yang Jauh Lebih Dahsyat.

تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتًّى

🍃 Engkau Mengira mereka Bersatu, Padahal Hati mereka Bercerai Berai.(Q.S Al-Hasyr : 14)

☝️ Tidaklah Bisa Kita Menyatukan Hati Kaum Muslimin kecuali dengan Kaidah-kaidah dan Cara Menyatukan Hati yang Diajarkan Allah kepada RasulNya, yang kemudian Beliau Terapkan pada Para Sahabatnya, sehingga kemudian Allah Satukan Hati Mereka,  Bersatulah Kaum Aus dan Khazraj yang telah Puluhan tahun terlibat Pertempuran dengan Kebencian Kesukuan yang diwariskan Turun temurun dan diprediksikan oleh banyak pihak tidak akan mungkin bersatu selamanya :

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي اْلأَرْضِ جَمِيْعا مَآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ   أَلَّفَ بَيْنَهُمْ  إِنَّهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

🍃 Dan Allahlah yang Menyatukan Hati Mereka. Kalau Seandainya engkau Menginfaqkan segala sesuatu yang ada di Bumi untuk Menyatukan mereka, Tidak Akan Bisa engkau Menyatukan Hati mereka, Hanya Allahlah Saja yang Bisa Menyatukan Hati Mereka. Sesungguhnya Ia adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S Al-Anfaal : 63).

✅ Allah Subhanahu Wa Ta'ala Menyatukan Hati Mereka dengan Tauhid, Mereka Bersaudara dalam Kesamaan Menyembah Hanya Semata-mata kepada Allah Saja dan Hanya Mengikuti Syariat yang Disampaikan dari Satu Manusia yaitu Rasulullah Muhammad Shollallaahu Alaihi Wasallam.

🍂 Sebagian Kaum Muslimin yang lain demikian Memprioritaskan Tercapainya Daulah Islamiyyah dengan Menunda Masalah Tauhid dan Tidak Menjadikannya sebagai Tujuan Utama. -itupun kalau mereka pedulikan-.

🌏 Ketahuilah, Bahwa Tidak Akan Tercapai Daulah Islamiyyah yang Mereka idam-idamkan kecuali dengan Dakwah Tauhid yang Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam Membangun Fondasi Aqidah para Sahabat Radhiyallahu Anhum selama 13 Tahun dalam Periode Mekkah.

~~~~~~~~~~~~~~~~

📙 Dikutip dari Buku "Memahami Makna Bacaan Sholat"
(Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi).

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
http://telegram.me/alistiqomah
Pada 07.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim