Betulkah Syaikh Rabi’ Mengharuskan Orang Lain Mentabdi’ Musuh-Musuh Beliau?

BETULKAH SYAIKH RABI’ MENGHARUSKAN ORANG LAIN MENTABDI’ MUSUH-MUSUH BELIAU

📂 Asy Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah

📪 Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda. Ada seseorang dari Maroko yang bertanya: Wahai Syaikh kami, bagaimana cara membantah orang-orang yang mengatakan bahwa Syaikh Rabi’ mengharuskan orang lain untuk mentabdi’ musuh-musuh beliau, dan metode beliau ini bukan merupakan manhaj salaf sedikit pun?

🔐 Jawaban: Saya tidak pernah mengetahui sedikit pun bahwa Syaikh Rabi’ mengharuskan orang lain untuk mentabdi’ musuh-musuh beliau.

💡 Namun, yang aku ketahui bahwasanya Syaikh Rabi’ -semoga Allah memberi beliau kesehatan, keselamatan dan panjang umurnya dalam kebaikan-, beliau sangat semangat dalam menyebarkan Sunnah, semangat dalam menjelaskan Sunnah, semangat dalam mentahzir Bid’ah dan para Ahli Bid’ah.

🔖 Kalau beliau ditanya atau beliau sedang bermajelis dengan para penuntut ilmu sehingga pembicaraan tersebut sampai pada keterangan tentang keadaan Ahlus Sunnah dan Ahli Bid’ah atau keadaan orang-orang yang menyembunyikan kebid’ahannya, maka beliau akan menjelaskannya dengan dalil. Semua beliau lakukan dengan tujuan agar yang mendengarkan penjelasan ini (jika dia seorang penuntut ilmu) maka dia akan memahaminya dan menjadikan dia tunduk kepada al haq dan menjelaskan al haq tersebut dengan dalilnya. Dan tidaklah beliau memaksa seorang pun untuk taklid kepada beliau, atau mengambil ucapan beliau tanpa hujjah dan bukti.

🍂 Demikianlah yang kami ketahui dari keadaan Syaikh Rabi’ hafizhahullah.

✋🏻 Kami tidak pernah mengetahui bahwa Syaikh Rabi’ mengharuskan orang lain untuk mentabdi’ musuh-musuhnya, tetapi Syaikh Rabi’ mengharuskan orang untuk mengikuti dalil.

✊🏻 Oleh karena itu, jika perbuatan si Fulan pada kenyataannya secara dalil mengharuskan dia untuk ditabdi’, maka Syaikh Rabi’ bangkit untuk menjelaskan keadaannya kepada para penuntut ilmu.

🔥 Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk mengikuti dalil tersebut, dan kalau tidak berarti sama saja dia telah meninggalkan Kitabullah, Sunnah Rasulullah dan meninggalkan manhaj yang telah ditempuh oleh para salaf.

💥 Mungkin saja orang yang mengatakan bahwa Syaikh Rabi’ mengharuskan orang lain untuk mentabdi’ musuh-musuhnya, mungkin saja dia ini tidak paham dengan duduk permasalahan dan keadaan yang sebenarnya.

📢 Dan perlu diketahui bahwa Syaikh Rabi’ tidaklah memusuhi mereka (Ahli Bid’ah) dikarenakan permasalahan pribadi atau dikarenakan adanya kemaslahatan untuk pribadi beliau.

🔘 Akan tetapi, yang kami ketahui dari beliau (dan kami tidak mentazkiyah siapa pun di atas tazkiyah Allah) bahwasannya orang-orang yang beliau musuhi dan beliau tahdzir tidak lain karena penyelisihan mereka terhadap al Kitab dan Sunnah dan manhaj salaf as Shaleh, sedangkan manusia seluruhnya diharuskan untuk mengikuti al Kitab dan Sunnah di atas manhaj Salafush Shaleh.

☝🏻 Demikianlah yang kami ketahui dari beliau (Syaikh Rabi) hafizhahullah. Dan kami tidak mengatakan bahwa beliau ma’sum (terbebas dari kesalahan) atau tidak akan tergelincir, dikarenakan beliau juga manusia biasa. Akan tetapi, kita katakan: demikianlah yang kami ketahui dari keadaan Syaikh. Wallohu A’lam

📚 [Al Liqaa’ al Maftuh al Awwal Lisyabakah Imam Daarul Hijroh].  23 Dzulqa’dah1433H

📂 Sumber: http://www.sahab.net/forums/?showtopic=135099

🌐 Baca || http://forumsalafy.net/betulkah-syaikh-rabi-mengharuskan-orang-lain-mentabdi-musuh-musuh-beliau/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Pada 15.03.2016

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim