Benarkah Wanita Mendapat Setengah Pahala Karena Dzikir di Rumah Setelah Shalat Shubuh?

BENARKAH WANITA MENDAPAT SETENGAH PAHALA KARENA DZIKIR DI RUMAH SETELAH SHALAT SHUBUH

🌾Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Disebutkan dalam hadits bahwa orang yang duduk di tempat shalatnya setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari dalam kondisi berdzikir kepada Allah hingga shalat dua rakaat fajar (dhuha/Isyraq) ditulis baginya pahala haji dan umrah. Namun ulama berpendapat: Sesungguhnya wanita jika melakukan amalan itu di rumahnya diharapkan baginya setengah pahala?

Jawaban:
Ya, Anda telah mengumpulkan antara dua kebaikan, yakni
antara berdzikir dan keridhaan ibu serta berbakti kepadanya termasuk perkara yang sangat penting. Karena berbicara dengannya ketika diminta berbicara adalah perkara yang dituntut lagi disyariatkan, tidak merugikan, tidak  memutus majelis dzikir, dan tidak berpengaruh jelek atas Anda. Sehingga barangsiapa duduk di tempat shalatnya berdzikir kepada Allah ta'ala, bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bertasbih dan berdoa hingga terbit matahari kemudian shalat sunah Dhuha dua rakaat--dua rakaat ini ada yang menyebutnya sunah Dhuha dan keumuman manusia menyebutnya sunah Isyraq yakni Sunah Dhuha yang diawalkan-- maka baginya pahala. Disebutkan dalam hadits: (pahala haji dan umrah yang sempurna).
Tidak ada bedanya antara lelaki dan wanita. Wanita seperti lelaki, tidak ditentukan. Tidak ditentukan dengan dalil namun umum untuk lelaki dan wanita sama dalam hal ini. Hadits itu umum untuk kaum lelaki dan wanita. Sehingga wanita di rumahnya duduk di tempat shalatnya dan lelaki di tempat shalatnya di masjid hingga terbit matahari kemudian shalat dua rakaat, maka ini semuanya kebaikan yang besar karena menyibukkan dengan dzikir kepada Allah, doa, dan membaca al-Qur'an--alhamdulillah--. Jika dia berbicara dengan saudaranya dengan sesuatu yang diperlukannya tidak masalah, atau wanita berbicara dengan suaminya, anaknya, atau selain mereka untuk suatu keperluan tidak masalah. Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.

Penanya: dengan demikian orang-orang yang berpendapat sesungguhnya wanita mendapat setengah pahala tidaklah benar? Syaikh: salah, pahalanya umum, hukumnya satu, wanita dan lelaki sama.

Penanya: baik hal itu di masjid atau di rumahnya?

Syaikh: di masjid atau di rumahnya

📁http://bit.ly/Al-Ulhuwwah
Pada 17.03.2016

ورد في الحديث أن من جلس بعد صلاة الفجر إلى طلوع الشمس على مصلاه يذكر الله حتى يصلي ركعتي الفجر؛ كتبت له أجر حجة وعمرة، وقال أهل العلم: إن المرأة إذا فعلت ذلك في بيتها يرجى لها نصف الأجر، السؤال:
الشيخ ابن باز:
نعم، جمعت بين الخيرين، بين الذكر وبين رضا الوالدة وبرها من أهم المهمات فالتحدث معها إذا طلبت الحديث أمرٌ مطلوب مشروع ولا يضر ولا يقطع الجلسة ولا يؤثر عليكِ فمن جلس في مصلاه يذكر الله ويصلي على النبي ويسبح ويدعو حتى تطلع الشمس ثم يصلي ركعتين سنة الضحى، هاتان الركعتين يقال لهما سنة الضحى، ويسميها العامة سنة الإشراق، وهي سنة الضحى مبكرة فله أجر، جاء في الحديث: (أجر حجة وعمرة تامتين) ولا فرق بين الرجال والنساء، المرأة كالرجل ما نص، نص حجة لا، بل تامة الرجل والمرأة سواء في هذا، الحديث عام للرجال والنساء، فالمرأة في بيتها تجلس في مصلاها، والرجل في مصلاه في المسجد حتى تطلع الشمس، ثم يصلي ركعتين هذا كله خيرٌ عظيم، يشتغل بذكر الله بالدعاء بقراءة القرآن الحمد لله، وإذا تكلم مع أخيه بشيء دعت إليه الحاجة لا بأس، أو تكلمت المرأة مع زوجها أو مع والدتها أو مع غيرهم في الحاجة فلا بأس. جزاكم الله خيراً، إذاً الذين قالوا إن المرأة لها نصف الأجر ليسوا على صواب؟ غلط لا، الأجر عام، الحكم واحد، المرأة والرجل سواءٌ. وسواءٌ كان ذلك في المسجد أو في بيتها؟ في المسجد أو في البيت.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143398


Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim