Apakah Wajib Menamai Anak Apabila Dilahirkan Dalam Kondisi Meninggal

APAKAH WAJIB MENAMAI ANAK APABILA DILAHIRKAN DALAM KONDISI MENINGGAL

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah wajib atas para ayah menamai bayi-bayi yang meninggal setelah sesaat kelahiran mereka atau dilahirkan dalam kondisi meminggal atau keguguran ketika
dalam bentuk sepotong daging yang tidak berbentuk, karena saya mendengar bahwa mereka kelak akan ditanya pada hari kiamat tentang nama mereka dan siapa yang menamakannya. Apakah hal ini benar atau tidak? Jazakumullohu khairan

Jawaban:
Ya, dianjurkan bagi para ayah menamai anak-anak mereka ketika mengalami keguguran setelah empat bulan setelah ditiupkan ruh kepadanya lalu lahir dalam kondisi hidup atau meninggal maka dinamai karena hal ini sunnah. Demikian  halnya anak wanita dinamai pula. Disunnahkan juga mengakikahi dua ekor hewan sembelihan untuk anak lelaki dan seekor hewan sembelihan untuk anak wanita pada hari ketujuh. Baik lahir dalam kondisi hidup
atau sudah meninggal setelah ditiupkan padanya ruh yakni setelah empat bulan. Maka yang sunah adalah menamai dan mengakikahinya dengan dua ekor kambing untuk laki-laki dan mengakikahi seekor kambing untuk wanita. Inilah yang sunah. Kelak pada hari kiamat nanti mereka akan dipanggil dengan nama-nama mereka. sehingga dianjurkan bagi para ayah menamai anak-anak mereka baik laki-laki maupun wanita, sebagaimana pula disunahkan mengakikahi mereka. Jazakumullohu khairan

💻🔍
http://www.ajurry.com/vb/archive/index.php/t-41966.html

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
Pada 10.03.2016
هل تجب تسمية المولود إذا ولد ميتا

هل يجب على الآباء أن يسموا الموالد الذين يُتوفون بعد وقت قصير من ولادتهم، أو أن يولدوا أمواتاً، أو ينزلوا على هيئة قطعة لحم غير مخلقة؛ لأنني سمعت أنهم يُسألون يوم القيامة عن أسمائهم ومن الذي سماهم، هل هذا صحيح أم لا؟ جزاكم الله خيراً.
نعم، المشروع للآباء أن يسموا أولادهم، إذا كان سقط بعد أربعة أشهر بعد نفخ الروح فيه سقط حياً أو ميتاً يسمى هذا السنة، وهكذا البنت تسمى، وتسن العقيقة أيضاً ذبيحتان عن الذكر وذبيحة عن الأنثى يوم السابع، سواءٌ سقط حياً أو ميتاً بعدما تنفخ فيه الروح، يعني بعد أربعة أشهر، فالسنة أن يسمى وأن يعق عنه على الرجل شاتان، ويعق عن الأنثى شاة واحدة هذا هو السنة، وهم يدعون بأسمائهم يوم القيامة، فيشرع للآباء أن يسموا أولادهم ذكوراً كانوا أو إناثا، كما يسن لهم العقيقة. جزاكم الله خيراً

Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Poskan Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk KONTAK PRIBADI
- Setiap komentar akan diMODERASI dan atas pertimbangan tertentu, kami berhak untuk tidak menampilkan komentar yang dikirim