Doa Isftitah 1 (Memahami Makna Bacaan Shalat)

artikel, fatwa, faidah, dan tanya jawab kajian islam DOA ISTIFTAH

Setelah takbiratul ihraam, selanjutnya kita disunnahkan membaca Do’a iftitah/ istiftah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallaahu ‘Alahi wa sallam.

Banyak bacaan do’a iftitah yang disebutkan dalam hadits yang shohih. Disunnahkan untuk membaca salah satu dari doa tersebut dan para Ulama menjelaskan bahwa yang terbaik adalah kita berganti-ganti membacanya pada setiap sholat, sehingga tidak hanya terpaku pada satu macam bacaan iftitah pada setiap sholat kita.

Dalam satu sholat kita menggunakan satu macam bacaan, kemudian pada sholat berikutnya menggunakan macam bacaan yang lain. Hal tersebut akan lebih tepat dan sesuai dengan Sunnah Nabi serta akan lebih memudahkan kita mengamalkan seluruh bacaan-bacaan yang dituntunkan oleh beliau.

Namun, jika dia tidak mampu menghapalnya kecuali hanya satu saja dan selalu membaca satu macam tersebut pada setiap sholat, maka hal itu tidaklah mengapa.

Di antara bacaan-bacaan iftitah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallaahu ‘Alahi wa sallam adalah :

1. Bacaan yang disebutkan dalam Hadits Al-Bukhari-Muslim dari Sahabat Abu Hurairah:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِاْلمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ
Ya Allah jauhkanlah antara aku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara barat dengan timur. Ya Allah bersihkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana terbersihkannya baju putih dari noda (yang mengenainya). Ya Allah cucilah diriku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun “ (disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya dari Sahabat Abu Hurairah).

⏩ Makna secara umum :
Kita memohon kepada Allah supaya Ia jauhkan kita dari perbuatan-perbuatan dosa sebagaimana Ia menjauhkan antara timur dan barat yang tidak akan berkumpul selamanya.

Jika sampai kita terjerumus ke dalam dosa, kita mohon ampunanNya dan mohon dibersihkan dari dosa-dosa tersebut sebagaimana bersihnya pakaian yang putih dari noda.

Kemudian kita memohon kepada Allah supaya Ia membersihkan diri kita dari bekas dosa tersebut agar benar-benar bersih dan suci dengan kiasan penggunaan air, salju, dan embun. Air untuk membersihkan, sedangkan dinginnya salju dan embun merupakan kiasan untuk menghilangkan pengaruh api neraka (AnNaar) yang panas membakar.

Imam Al-Khottoby mengatakan : Penyebutan salju dan embun sebagai bentuk penguatan (akan semakin bersih hasilnya jika air ditambah dengan salju dan embun) karena keduanya (salju dan embun) tidak tersentuh/dijamah oleh tangan-tangan.

Ibnu Daqiiqil ‘Ied berkata : Pengibaratan semacam itu menunjukkan pembersihan yang sempurna. Karena baju yang dicuci berkali-kali dengan 3 unsur tersebut (air, salju, dan embun) akan mengalami kebersihan yang sempurna.

Perkataan al-Khottobiy dan Ibnu Daqiqil Ied tsb disebutkan dalam Subulus Salam syarh Bulughil Maram karya as-Shon'aaniy.

Rincian Makna :

اللَّهُمَّ بَاعِدْ = Ya Allah jauhkanlah
بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ = antara diriku dengan dosa-dosaku
كَمَا بَاعَدْتَ = sebagaimana Engkau jauhkan 
بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ = antara timur dengan barat
اللَّهُمَّ نَقِّنِي = Ya Allah bersihkanlah aku
مِنْ خَطَايَايَ= dari dosa-dosaku
كَمَا يُنَقَّى = sebagaimana terbersihkannya 
الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ = pakaian putih
مِنَ الدَّنَسِ = dari noda 
اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي = Ya Allah cucilah diriku
مِنْ خَطَايَايَ= dari dosa-dosaku 
بِاْلمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ = dengan air, salju, dan embun
~~~~~~~~~~~~~~~~

Dinukil dari Buku "Memahami Makna Bacaan Sholat"
(Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi).

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

=====================
https://pustakahudaya.files.wordpress.com/2015/03/buku-memahami-makna-bacaan-sholat-ed-1-0.pdf



Postingan terkait:

Tidak ada tanggapan

Posting Komentar

Ketentuan mengisi komentar
- Pilihlah "BERI KOMENTAR SEBAGAI:" dengan isian "ANONYMOUS/ANONIM". Identitas bisa dicantumkan dalam isian komentar berupa NAMA dan DAERAH ASAL
- Komentar dilarang mengandung link Website/Medsos/Email dan berbagai bentuk kontak pribadi
- Setiap komentar akan dimoderasi